Simak Tips Mengatasi Trauma pada Anak

Ilustrasi anak trauma (Pictagram)
27 Desember 2018 05:30 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Trauma pada anak bukan sesuatu yang gampang diatasi. Anak yang pernah mengalami trauma memerlukan perhatian khusus agar tidak tertekan. Sebab, trauma dapat mengganggu kondisi psikologis seorang anak dan terbawa hingga dewasa.

Trauma pada anak bisa terjadi dalam bentuk fisik maupun psikologis. Trauma psikologis menyangkut pengalaman emosional yang menyakitkan, mengejutkan, bahkan hingga mengancam kejiwaan.

Pengalaman ini bisa terjadi akibat kekerasan fisik atau bencana alam. Parahnya, pengalaman menyedihkan itu dapat memengaruhi perkembangan kejiwaan anak hingga dewasa.

Tanda seorang anak mengalami trauma sangat beragam, bergantung sikap masing-masing anak. Anak balita biasanya menunjukkan reaksi yang paling kentara, yakni merasa ketakutan dan selalu menempel dengan orang tua.

Sementara anak berusia 6-11 tahun bakal lebih banyak diam dan murung jika mengalami trauma. Sedangkan anak usia remaja biasanya mengalami gangguan tidur dan sulit bersosialisasi jika dalam kondisi trauma.

Anak yang mengalami trauma butuh pendampingan dari orang tua. Peran orang tua untuk menyembuhkan anak yang mengalami trauma sangat penting. Nah, tahukah Anda bagaimana cara mengatasi trauma pada anak? Simak ulasan yang dihimpun dari Child Mid, Rabu (26/12/2018):

Berikan perhatian khusus

Anak yang mengalami trauma membutuhkan perhatian khusus dari orang terdekat, khususnya orang tua. Tanyakan kepada anak hal apa yang membuatnya merasa tertekan. Pahami reaksi trauma yang ditunjukkan anak. Apakah dia cenderung sering marah atau justru diam. Cara ini bakal membuat Anda mengerti hal apa yang diinginkan si anak.

Ajak anak berbicara

Tanyakan kepada si anak hal apa yang membuatnya tertekan. Dengarkan cerita anak tentang hal yang membuat perasaan mereka tidak nyaman. Berikan jawaban yang mudah dimengerti jika anak mengajukan pertanyaan. Itu artinya dia sedang kebingungan dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

Berikan dukungan

Anak sangat membutuhkan dukungan dari orang tua saat sedang mengalami trauma. Jika memungkinkan, temani anak di setiap waktu. Yakinkan kepada anak jika dia bisa melewati masa-masa sulit tersebut. Tunjukkan bahwa Anda sangat menyayanginya.