Anak-Anak Tak Perlu Konsumsi Vitamin dan Minuman Berenergi

Ilustrasi anak/anak minum energy drink (Pictagram)
04 Januari 2019 02:45 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Mengonsumsi vitamin atau minuman penambah energi bagi pelajar semestinya dihindari. Selama ini, minuman tersebut dianggap mampu menghilangkan rasa letih dan meningkatkan energi tubuh. Namun, minuman berenergi atau vitamin bukan solusi terbaik untuk meningkatkan stamina.

Sejumlah pakar dari American Academy of Pediatric, mengatakan, anak-anak tidak butuh suplemen tambahan untuk meningkatkan stamina. Minuman ini mengandung kafein dan stimulan yang tidak bernutrisi," terang pakar gizi dari American Academy of Pedeatric, Holly Benjamin, seperti dikutip dari situs resminya, Kamis (3/1/2019).

Anak-anak dianggap sebagai kelompok yang berisiko terserang penyakit jika mengonsumsi vitamin maupun minuman berenergi secara rutin. Biasanya, anak-anak mengonsumsi suplemen tersebut saat hendak menghadapi ujian. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan konsentrasi dan stamina.

"Jika minuman dan vitamin berenergi dikonsumsi secara rutin justru bakal menyebabkan stres pada tubuh. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan," sambung Holly Benjamin.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Pedeatrics dijelaskan air putih merupakan minuman terbaik bagi anak-anak. Sementara mengonsumsi minuman berenergi justru memicu kegemukan karena kandungan gula yang tinggi.

Sementara hasil studi yang dipublikasikan melalui jurnal kesehatan, International Journal of Health Sciences, memaparkan, mengonsumsi minuman berenergi berlebihan menimbulkan kecemasan, gangguan tidur dan lambung, sakit kepala, hingga diuresis (pengeluaran air seni berlebihan).

Jadi, mulai sekarang mulailah membatasi mengonsumsi minuman berenergi. Jika tubuh terasa lelah, istirahatlah sejenak agar kembali bugar. Lebih baik Anda meminum jus buah atau air putih saja untuk mengembalikan stamina.