Cerita Woman Traveller Keliling Dunia dengan Duit Minim

Ilustrasi woman traveler. (flightnetwork.com)
05 Januari 2019 11:30 WIB Ratih Kartika Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pehobi traveling mengisahkan perjalanan mereka berkeliling dunia dalam diskusi berjudul Woman Traveller Beat the Nervous di Omah Sinten Solo, Jumat (28/12/2018) malam.

Solo Traveller, Ardian W. N. mengatakan dalam waktu 16 hari menjelajahi enam negara di Asia. Dia mengatakan tak berkeliling di Indonesia karena biaya untuk berlibur di Indonesia lebih mahal ketimbang ke luar negeri, terutama Asia.

"Di Indonesia terlalu mahal untuk berlibur. Itu juga tidak mengurangi rasa cinta saya terhadap Indonesia. Saya tetap cinta kok sama Indonesia," kata Ardian.

Menurut Ardi, biaya belanja paling banyak dikeluarkan turis ke mancanegara ketimbang untuk makan. Hal tersebut dikarenakan untuk makan dapat dipenuhi dengan persediaan mi instant dan makanan-makanan yang disajikan 24 jam di tempat menginap ataupun makanan yang disajikan sampai siang.

"Mereka [para pelancong] juga lupa transportasi di luar negeri itu mahal. Dari awal saya sudah mempersiapkan [segala sesuatu] dengan browsing. Saya suka merasakan makanan berbeda tapi harus selalu bawa Indomie," kata Ardi.

Ardi juga mengatakan alasan lain dirinya bepergian ke luar negeri karena ingin melihat budaya di negara lain yang tidak semua orang paham.

"Kalau di Indonesia kan semua sudah tahu budaya kita. Kalau di luar negeri kan menjadi hal baru. Hidup akan selalu biasa-biasa saja kalau ada di Solo melulu," ungkap Ardi.

Ardi mengaku memilih bepergian ke negara-negara Asia, terutama ASEAN karena tidak perlu membuat visa.

"Kemana tiket promo berembus saya akan mengikutinya. Waktu itu termasuk waktu yang terbatas, 16 hari menjelajah 6 negara. Dengan total pembiayaan kurang dari Rp6 juta, termasuk akomodasi dan makan. Saya patok 40 dolar untuk setiap kota. Saya menghabiskan paling banyak di tempat wisata kuliner, dan tiket masuk," tutur Ardi.

Traveller lainnya, Novita E. Savitri, mengatakan diperlukan Rp10 juta untuk pulang dan pergi ke Eropa. Selama 14 hari menyusuri 15 kota di Eropa, dia bepergian bersama adiknya dan satu temannya.

"Jadi hanya sedikit-sedikit di kota-kota itu. Persiapan hanya dua bulan untuk mencari kota yang ingin dikunjungi. Dua bulan melihat kereta atau bus dan melihat waktunya mencukupi atau tidak," Kata Novita.

Novita menjelaskan apabila berkunjung ke luar negeri harus berhati-hati karena banyak tindak kejahatan. "Saat di Milan naik metro, saya hampir kecopetan. Tapi akhirnya bisa diantisipasi," pungkas Novita.