Rentang Usia Lebih dari 5 Tahun dalam Pernikahan Bukan Masalah Asalkan…

Ilustrasi Menikah (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
05 Januari 2019 18:30 WIB Mahardini Nur Afifah Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Tidak ada patokan baku rentang usia paling ideal bagi pasangan agar bisa harmonis hidup bersama. Kendati demikian tren menunjukkan rerata perbedaan usia pasangan terpaut di angka nol tahun alias sepantaran sampai lima tahun.

Seperti dilansir Psychologytoday, The Pew Research Centre menganalisis data dari Survei Komunitas Warga Amerika Serikat pada 2013 lalu. Hasilnya, sebanyak 78%-80% pasangan setempat memiliki rentang perbedaan usia 0-5 tahun.

Sementara itu, 10% di antara pasangan tersebut beda usianya antara lima tahun sampai sembilan tahun. Sebanyak 5% di antaranya beda usianya 10 tahun. Sisanya perempuan menikahi laki-laki lebih muda dengan rentang perbedaan usia enam tahun ke atas.

Dengan minimnya pasangan yang bersama-sama dengan beda usia lebih dari lima tahun tersebut, banyak orang berpikiran rentang umur bisa jadi persoalan selepas keduanya membina biduk rumah tangga.

Padahal jika ada pengertian dan komitmen sejak awal berpacaran, potensi konflik pasangan bisa diminimalkan.

Menurut psikolog sosial dari Loyola University di Maryland, Amerika Serikat, Theresa E DiDonato Ph.D., terdapat beberapa isu yang perlu dibincangkan dengan pasangan yang terpaut umur cukup jauh agar minim persoalan di kemudian hari. Berikut beberapa di antaranya:

1. Cari kesamaaan
Lewat Journal of Social and Personal Relationships, Amodio. D. M., dan Showers. C. J. pernah menggaris bawahi pentingnya kesamaan dalam sebuah hubungan. Kemiripan dan kesamaan selera, hobi, preferensi, dan sebagainya dalam sebuah hubungan mempengaruhi kepuasan dalam hubungan jangka panjang. Pasangan perlu menyadari umur memang cuma angka. Namun umur bisa memengaruhi perbedaan preferensi aktivitas waktu senggang, cara membelanjakan uang, dan keputusan krusial lainnya.

2. Visi sejenis
Jika pasangan dengan rentang usia cukup jauh sudah mengambil keputusan untuk naik pelaminan, coba gali lebih dulu visi pasangan. Misalkan, si pria cenderung memiliki lingkar pertemanan yang sudah menikah, sementara si perempuan dikelilingi lingkar pertemanan yang masih suka hidup melajang, pasangan kemungkinan memiliki cara pandang dan ekspektasi berlainan dalam menjalin hubungan. Bisa jadi yang satu ingin menikah buru-buru, satunya nanti dulu. Sebelum pecah konflik, ada baiknya pasangan mendiskusikan harapan dan rencana ke depan bersama-sama.

3. Dukungan teman dan keluarga
Pasangan dengan rentang usia cukup jauh rentan mendapat penolakan secara sosial menurut penelitian Lehmiller. J. J. dan Agnew. C. R. pada 2006 lalu. Marginalisasi tersebut berpotensi membuat stres. Oleh karena itu, pastikan hubungan pasangan dengan beda umur cukup jauh mendapat dukungan dari orang terdekat baik dari lingkar pertemanan maupun keluarga. Dukungan tersebut penting untuk meyakinkan keduanya agar berani berkomitmen kendati terganjal perbedan usia.

4. Punya anak atau tidak
Pertanyaan ini bukan isu tabu bagi pasangan dengan rentang usia cukup jauh. Memiliki anak baik secara biologis maupun angkat dalam keluarga yang pasangannya masih berumur 20-an tahun atau 30-an tahun, tentu berlainan pertimbangan dengan keluarga yang salah satunya sudah berumur 40-an, 50-an, atau 60-an tahun.

5. Persiapan finansial
Dengan rentang usia pasangan cukup jauh, pasangan perlu berkonsultasi dengan konsultan keuangan untuk merancang kebutuhan masa depan. Perbedaan umur perlu mempertimbangkan cukup banyak rencana keuangan termasuk pensiun.

6. Gol relevan
Tidak mudah menyatukan pasangan yang golnya tidak selaras. Misalkan salah satunya ingin pacaran dulu, sedangkan satunya berambisi ingin segera naik pelaminan. Gol tersebut dipengaruhi usia dan kematangan seseorang. Umur tertentu biasanya sudah siap mengakhiri masa lajang. Ada juga beberapa usia yang merasa masih terlalu muda untuk berkomitmen lebih serius. Tentukan gol relevan yang sejenis agar hubungan dengan rentang usia cukup jauh punya tujuan.

Memang dalam kehidupan setiap pasangan pasti dihadapkan pada persoalan perbedaan. Usia cuma salah satu dimensinya. Namun salah satu kunci agar hubungan bisa langgeng dan bahagia adalah komitmen pasangan mencari solusi bersama-sama.