Bersatunya Hunian dan Studio Foto

Sudut ruang makan - Istimewa/Andhika Wahyu Purnama
09 Januari 2019 18:00 WIB Arif Fajar Setiadi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO--Melintasi Jl. Garuda, Banaran, Boyolali Kota, tatapan Solopos.com langsung tertuju pada sebuah rumah bernomor 6D. Rumah berwarna abu-abu tua dengan pintu garasi berwarna hitam dan sebuah hiasan unik berupa rangka kubus dari besi menempel di dinding atas rumah menghadap selatan tersebut.

“Konsepnya memang rumah industrialis, namun peruntukannya selain sebagai hunian juga berfungsi sebagai studio foto berlabel Black Box,” ujar Pilar Adi, 32, sang pemilik rumah ketika mengobrol dengan Solopos.com, di rumahnya belum lama ini.

Karena itu tak mengherankan setiap sudut rumah dengan luas bangunan 100 meter persegi ini ditata dan dilengkapi mebeler serta pernik-pernik yang bisa dijadikan untuk lokasi pemotretan. Mulai dari ruang tamu dengan dua sofa dan satu kursi unik serta meja desain khusus dengan penopang dari mesin vespa. “Iya saya memang penggemar vespa, jadi jangan kaget ada dua vespa di ruangan dapur yang menjadi penghubung ke ruang makan dan ruang keluarga,” terang Pilar.

Jika boleh menggambarkan, rumah Pilar menghadap selatan. Ruang tamu berpintu kaca berada di sisi timur dan di belakangnya ada kamar anak. Sisi barat digunakan sebagai garasi sekaligus studio foto, di pojokan ruang tersebut terdapat kamar mandi utama. Desain kamar mandinya menggunakan batu alam berpadu dengan tegel bermotif unik.

Arah ke utara ada tangga menuju ke lantai dua, tangga khas rumah industrialis perpaduan besi dan kayu dengan dinding bata ekspose bercat putih berhiasan patung khas suku Asmat. Di bawahnya dimanfaatkan Pilar untuk dapur lengkap. Di atas dapur ada rak dan lemari unik, di bagian bawah selain untuk menempatkan tabung gas, dimanfaatkan sebagai lemari berpintu kayu. “Idenya saya dapat dari Internet, kemudian saya minta tukang las untuk membuatkan kerangka dan jadinya seperti ini, ringkas tapi apik,” ujar bapak satu anak ini.

Di sisi barat menempel dinding kamar utama ada dua Vespa di bawah meja panjang yang bisa dimanfaatkan untuk menaruh sejumlah barang. Meja tersebut fleksibel karena bisa dipindah-pindah. Di atasnya terdapat lampu ruang yang dicantolkan pada kayu bekas belandar rumah.

Sisi barat dapur terdapat kamar tidur utama dengan tempat tidur di tengah ruangan dengan lampu ruangan dan jam dinding berdesain unik, yang membuat batas di kamar tidur utama, karena kamar tersebut terhubung langsung dengan ruang keluarga bagian belakang dan ruang makan. Hanya dibatasi dinding dan pintu kaca, sehingga begitu tirai dibuka, ruang keluarga langsung terlihat dan cahayanya masuk menerangi kamar tidur utama.

Ruang keluarga/santai sangat unik karena seakan berada di taman dengan rumput sintetis dan sebuah pohon asli. Ruang keluarga menyatu dengan ruang makan dengan meja makan empat kursi berwarna hitam berkerangka besi khas industrialis.

Kendati di atas tangga terlihat cahaya masuk tanpa terhalang apa pun, namun ruangan di bawahnya tidak terasa panas. Hal ini selain karena banyaknya lubang angin di ruangan tersebut, penggunaan solar flat mampu meredam panas sinar matahari.

“Kebetulan pas ada pameran saya beli solar flat-nya. Selain mampu memberikan pencahayaan juga tidak membuat ruangan terasa panas. Aksesori atau pernik-pernik lain sengaja saya berburu di sejumlah tempat termasuk Pasar Notoharjo, Semanggi, Solo,” ujar Pilar.