Ini Bahan Alami Pereda Nyeri Sendi

Ilustrasi nyeri sendi (Freepik)
10 Januari 2019 19:52 WIB Iskandar Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO-Banyak orang yang tak tahu perbedaan antara rematik dan asam urat. Keduanya sama-sama memiliki gejala nyeri sendi, tapi ternyata mempunyai perbedaan. Rematik dan asam urat memiliki beberapa gejala yang sama yaitu menimbulkan nyeri pada sendi-sendi tubuh. Meski begitu, sebenarnya keduanya adalah penyakit yang berbeda.

Rematik dan asam urat memang termasuk ke dalam kelompok penyakit radang sendi. Rematik dalam bahasa medis disebut dengan Rheumatoid arthritis (RA), yaitu sejenis penyakit autoimun yang membuat sendi-sendi kaku dan meradang. Jadi, peradangan disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terganggu dan malah menyerang jaringan sendi tubuh sehat hingga membuatnya rusak.

Sedangkan nyeri sendi akibat asam urat disebabkan oleh terlalu banyak kadar asam urat di dalam tubuh. Jadi, zat asam urat yang tertumpuk di dalam tubuh ini disebabkan oleh kebanyakan mengonsumsi makanan yang mengandung purin.

Di dalam tubuh, purin akan diolah menjadi asam urat dan pada keadaan normal, akan dikeluarkan tubuh melalui feses. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, zat ini akan menumpuk dan berubah menjadi kristal pada sendi-sendi, kemudian terjadilah peradangan. Rematik dan asam urat dapat menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan ketika beraktivitas.

Nah, bagi Anda penderita rematik, tak usah khawatir. Ada ramuan alami  untuk meredakan gejala rematik. Salah seorang praktisi herbal di Kenep, Sukoharjo, Sutarto,  mengatakan ramuan untuk mengobati rematik sangat mudah yaitu campuran dari akar pepaya dicampur madu atau gula aren. Racikan ini mampu meringankan sakit yang diakibatkan rematik.

Cara membuatnya pun, ujar dia, juga cukup gampang. Caranya yaitu carilah akar pohon pepaya sebanyak tiga jari. Setelah dicuci bersih, akar pepaya itu ditaruh di gelas atau cangkir kemudian diseduh dengan air panas. “Agar minuman itu enak diminum silakan ditambah dengan madu atau gula aren secukupnya. Takaran minumnya, satu hari satu gelas,” ujar dia, belum lama ini.

Tentu saja, kata Sutarto, mereka yang menderita rematik harus berpantang beberapa makanan. Di antaranya kacang, tomat, daging merah, es dan sebagainya. Karena makanan-makanan itu bisa memicu  rematik.