Anda Duduk dan Berdiri Terlalu Lama? Awas Varises

Penanganan varises - Istimewa/RS PKU Muhammadiyah Solo
17 Januari 2019 22:00 WIB Arif Fajar Setiadi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO--Penyakit varises sering menjadi momok ketika seseorang ingin menjadi anggota TNI/Polri. Varises juga sering mengganggu penampilan karena kemunculannya di sekitar tungkai dan betis sehingga mengurangi keindahan kaki seseorang, terutama kaum Hawa.

Dibandingkan pria, perempuan memang paling berisiko terkena varises pada kaki. Selain penggunaan sepatu berhak tinggi (high heels), juga karena kodrat perempuan yang mengalami kehamilan. Beragam cara dilakukan untuk menghindari timbulnya varises maupun menghilangkannya.

Ada orang yang berusaha dengan mengonsumsi obat-obatan. Ada juga yang melakukan injeksi (penyuntikan) pada area kaki yang terkena varises dan ada pula yang harus operasi untuk mengatasinya.

Varises biasanya mudah dikenali berupa munculnya guratan atau garis-garis otot berwarna gelap di sekitar tungkai dan betis atau kaki bagian belakang. Namun, varises juga bisa muncul di sekitar paha, pada bagian panggul, pada anus (wasir), pada vagina, pada rahim, atau pada kerongkongan (varises esofagus). Varises pada kaki (tungkai dan betis) sering dikeluhkan para penderitanya.

Varises adalah pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena yang disebabkan adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Varises ditandai dengan pembuluh vena yang berwarna ungu atau biru gelap, dan tampak bengkak atau menonjol. Varises bisa terjadi di seluruh pembuluh vena di tubuh, namun yang sering terjadi pada bagian kaki.

Menurut dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular (Sp.BTKV) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, dr. Dharmawan Ismail, ada tiga tipe varises pada kaki yakni Truncal type, Reticular type, dan Spider Naevi type.

“Pembagian tiga tipe tersebut berdasar tingkat keparahannya. Paling berat atau parah adalah varises kaki Truncal type, kemudian tingkat sedang yaitu Reticular type, dan ringan Spider Naevi type,” kata dr. Dharmawan Ismail Sp. BTKV., kepada Solopos.com di Ruang Varicose & Vein PKU Clinic (VViP) RS PKU Muhammadiyah Solo, Rabu (9/1/2019) sore.

Varises Truncal type, menurut dr. Dharmawan, adalah derajat paling berat penyakit ini. Biasanya ditandai dengan penampakan pembuluh darah yang besar dan menonjol pada bagian tungkai dan betis dan kulit sekitarnya berwarna gelap.

Varises Reticular type, sambung dr. Dharmawan, adalah tipe varises pada kaki dengan derajat keparahan berada di antara yang berat dan ringan. Ditandai dengan munculnya pembuluh darah berwarna ungu atau biru gelap di bawah permukaan kulit tungkai dan betis.

Sedangkan varises Spider Naevi type, lanjut dr. Dharmawan, adalah tipe varises ringan. Keberadaannya biasanya di bawah kulit berupa garis-garis tipis seperti jaring laba-laba berwarna merah atau ungu. Selain pada bagian kaki, varises tipe ini sering dijumpai pada kulit wajah.

Varises pada kaki dengan tingkat keparahan mulai ringan hingga parah, namun rasa atau yang sering dikeluhkan sama. “Biasanya yang sering dikeluhkan adalah munculnya rasa gatal pada bagian yang terkena varises, rasa panas, kaki terasa berat, munculnya bengkak, dan kram. Namun yang sering dirasakan adalah sensasi nyeri dan kram,” ujar dr. Dharmawan.

Hindari Duduk dan Berdiri Lama

Letak varises yang berada di tungkai atau betis dirasa mengganggu penampilan. Terutama kaum Hawa karena menjadikan tampilan kakinya tidak indah atau mulus. Varises bukan penyakit keturunan, tapi risiko meningkat jika orang tua mengalami varises.

dr.Dharmawan mengatakan kaum perempuan paling berisiko terkena varises pada kaki. Bahkan hampir 100% perempuan berisiko terkena varises. Hal itu karena adanya hormon dan kodrat perempuan mengalami kehamilan, serta penggunaan sepatu hak tinggi (high heels).

“Namun pemicu munculnya varises adalah duduk terlalu lama atau berdiri terlalu lama lebih dari dua jam tanpa pindah posisi. Pemicu lainnya adalah setelah berolahraga, seperti berlari tidak melakukan relaksasi pada kaki dan membiarkannya tertekuk. Pemicu lainnya yaitu obesitas,” kata dr. Dharmawan.

Penyakit varises juga bisa menimbulkan komplikasi jika tidak segera dilakukan pengobatan. Komplikasi itu berupa rasa nyeri yang sulit dihilangkan pada bagian yang terkena varises. Kemudian warna kulit menjadi lebih gelap. “Lebih parah lagi adalah terjadinya perdarahan spontan di area munculnya varises, bahkan jika semakin parah bisa menimbulkan luka yang sulit disembuhkan [borok] pada lokasi munculnya varises,” kata dr. Dharmawan.