Ini Dampak Pasang Karpet di Rumah

Memasang karpet membuat ruang makin nyaman dan hangat - Istimewa/Argia Yuana Santi
22 Januari 2019 17:30 WIB Arif Fajar Setiadi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO--Ruang tamu merupakan bagian rumah yang cukup penting selain bagian depan. Ruang tamu merupakan ruang pertama ketika memasuki hunian, sehingga pemilik menginginkan ruangan tersebut terlihat cantik untuk memberikan kesan menarik kepada tamu.

Beragam elemen dipajang agar ruang tamu terlihat menarik. Oleh karena itu, kegiatan mendekorasi ruang tamu pun menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Beberapa contoh di dunia maya pun bisa menjadi acuan ketika hendak mendekorasi ruang tamu.

Selain mebeler dan hiasan dinding sebagai elemen dekorasi ruang tamu, ada elemen lain yang juga mampu menghadirkan keindahan pada ruangan tersebut, yakni karpet. Pemilihan motif dan warna karpet yang tepat mampu menjadi pengikat warna dari elemen lain.

Seperti yang dilakukan Argia Yuana Santi, ruang tamu rumahnya di Gawanan, Colomadu, Karanganyar, pun memanfaatkan karpet sebagai salah satu elemen dekorasi. Argia pun memasang karpet yang sesuai dengan elemen lainnya di ruang tamu berukuran 3 meter x 3,5 meter.

“Kebetulan di ruang tamu sudah ada sofa kanvas, dinding sudah ada macrame dan walldecor, serta meja jamur kayu mahoni dan beberapa vas bunga sehingga saya memilih karpet minimalis berukuran 210 cm x 160 cm perpaduan warna hitam dan putih agar matching dengan sofa,” ujar Argia anggota komunitas Solo Mendekor kepada Solopos.com, Rabu (16/1/2019).

Menurut Argia, selain sebagai elemen mempercantik ruang tamu, pemasangan karpet memberikan rasa nyaman dan hangat apalagi di saat musim hujan seperti sekarang ini. Selain itu memberi kesan luas pada ruangan dan bisa meminimalisasi pecahan benda yang jatuh dari meja.

Pemanfaatan karpet sebagai elemen yang mampu memberikan kesan cantik pada ruang tamu juga dilakukan Yunita Kirana Putri Permatasari. Ruang tamu berukuran 2,75 meter x 3 meter di rumahnya yang bergaya ekletik (gabungan beberapa gaya) dilengkapi karpet (130 cm x 180 cm) bermotif shabby clasic dengan warna senada dengan dinding rumah dan furniture. “Konsepnya kan ekletik gabungan beberapa gaya, nah saya ambil shabby clasic untuk motif karpet jadi pas untuk gaya shabby-nya. Karpet juga menjadi focal point atau sesuatu yang menarik di ruang tamu,” jelas Yunita, anggota Solo Mendekor lainnya.

Karpet selain sebagai elemen dekorasi, di rumahnya yang tanpa sekat antarruang di Perum Mutiara Regency Soditan, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, lanjut Yunita, karpet juga berfungsi sebagai pembeda ruang per ruang. “Kehadiran karpet mampu memberi kenyamanan mereka yang bertamu sehingga muncul suasana yang homy,” ujar Yunita kepada Solopos.com, Rabu.

Karpet sebagai pengikat warna diterapkan Rahael Wijayanti Ita Purnamawati di ruang tamu rumahnya di Jl. Kelud Timur Kadipiro, Banjarsari, Solo. Karpet berukuran 90 cm x 150 cm dengan warna gelap di ruang tamu ukuran 3,5 meter x 5 meter rumahnya menjadi aksen penentu. “Ruang tamu saya konsepnya simpel klasik. Karena sofanya bermotif garis-garis, jadi karpetnya yang lebih gelap. Selain itu ada pertimbangan lain, yakni kalau ada tumpahan minuman atau terkena kotoran tidak begitu terlihat,” jelas Rahael anggota Solo Mendekor, kepada Solopos.com, Rabu.