Makanan Pedas Tingkatkan Risiko Sakit Jantung?

Ilustrasi sambal (Pictagram)
23 Januari 2019 08:30 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Makanan pedas seringkali dihindari karena berbagai alasan. Sejumlah informasi yang beredar menyebut makanan pedas memengaruhi kondisi jantung. Bahkan, ada yang menyebut makanan pedas berbahaya bagi jantung. Benarkah demikian?

Mengutip Live Strong, Selasa (22/1/2019), makanan pedas justru disebut mengurangi risiko penyakit jantung. Biasanya, penyakit jantung disebabkan konsumsi garam berlebihan. Sementara makanan pedas bisa mengurangi sensitivitas lidah terhadap garam sehingga mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan asin.

Selama ini, banyak orang beranggapan makanan pedas dapat membakar mulut, perut, serta usus. Padahal, anggapan itu hanya sebatas mitos. Capcaisin yang terkandung dalam cabai hanya mengaktifkan saraf yang menimbulkan rasa nyeri dan meningkatkan suhu tubuh. Jadi, makanan pedas tidak benar-benar membakar dinding usus.

Peneliti dari salah satu rumah sakit di China, Zhiming Zhu, seperti dikutip dari Web MD mengatakan, makanan pedas mengurangi preferensi garam secara signifikan. Cabai dapat menyerap panas dan mengubah cara otak menafsirkan garam atau natrium. Umumnya, keinginan mengonsumsi garam berkurang saat seseorang memakan sesuatu yang lebih berbumbu atau berasa pedas.

Jadi, anggapan makanan pedas memperparah penyakit jantung hanya mitos belaka. Cabai justru melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Jadi, cabai membantu sistem kardiovaskular berfungsi lebih baik dan menjaga tekanan darah tetap stabil.