Prinsip Harga Pabrik Selera Butik Regar Sport Indonesia

Jumariyanto, bos Regar Sport Indonesia (kiri) berbagi tips bisnis melalui radio Solopos FM. (Solopos/Dok)
01 Februari 2019 00:00 WIB Cahyadi Kurniawan Lifestyle Share :

Solopos.com, WONOGIRI – Regar Sport (RS) Indonesia yang berlokasi di Wonogiri menggunakan pola bisnis tergolong unik. Pengembangkan bisnis Regar Sport yang diterapkan bos RS, Jumariyanto yakni dengan penguatan enam elemen 6M.

Enam elemen itu terdiri atas man (manusia), money (modal), method (metode), market (pasar), machine (mesin), dan material (bahan baku), telah sukses Regar menjadikan usaha rumahan ini beromset miliaran rupiah.

Elemen man atau SDM telah dibahas pada tulisan Cara Cerdik Kelola SDM ala Regar Sport. Demikian halnya dengan elemen money, elemen machine, dan material. Kali ini akan dibahas seputar method dan market.

Di method atau metode, Jumariyanto menggabungkan konsep perusahaannya baik retail, multi level marketing (MLM)  hingga product branding. Salah satu metode paling terkenalnya adalah, harga pabrik, selera butik. Regar Sport bahkan melayani pemesanan hanya 1 stel jersey. Hal ini jadi pembeda dengan perusahaan konfeksi lainnya.

Begitu pula dengan market (pasar). Cara tak biasa ditempuhnya untuk menawarkan jersey bikinannya yakni melalui media sosial. Perantara itu dinilai efektif menjangkau pangsa yang ada di luar Wonogiri. “Ini Wonogiri hlo. Tapi produk kami ada yang ke Timur Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, dan lainnya,” tutur Jumariyanto.

Pengaruhi perbankan

Pesatnya kemajuan Regar Sport turut mempengaruhi persepsi perbankan. Banyak bank menawarkan kredit kepada RS, namun ditolak. “Tawarkan sistem kepada kami, pelayanan, percepatan,  akomodasi online, dan lainnya. Kalau tidak ini, kami tolak.”

Bahkan, RS pernah bikin penawaran pembangunan senilai Rp4,5 miliar kepada salah satu bank. Namun, ia meminta bank menyedikan Rp6 miliar. Secara normatif, hal itu biasanya ditolak bank.

“Ternyata itu bisa tapi kami pending. Kami hanya mengukur kinerja keuangan hari ini, apakah sudah mempengaruhi perbankan. Sebab, inovasi manajemen keuangan menjadi rival utama penyedia finansial. Maka itu, kami mengukur kinerja keuangan berbasis pada asumsi perbankan,” urai Jumariyanto.

Ke depan, Regar Sport berencana mendirikan perusahaan finansial sendiri. Ia menjadi anak perusahaan khusus menangani self funding yang akan mengakomodasi kebutuhan modal Regar Sport.

Promosi Jabatan

Dalam hal pengelolaan sumberdaya manusia (SDM) Jumariyanto memang menerapkan prinsip yang unik. Dalam mengelola SDM, Regar Sport Indonesia membangun sendiri baik struktur, bidang tugas maupun jenjang karier. Regar Sport Indonesia menciptakan struktur pekerjaan dengan lebih dari 25 nama jabatan baik struktural maupun fungsional.

“Kapan mereka promosi? Tergantung amal perbuatan. Kalau kinerja luar biasa, kami bisa rekomendasikan selama sesuai formasi yang dibuka,” terang dia.

Di bidang marketing, Jumariyanto menuturkan ada seorang lulusan SMK bertugas sebagai marketing dengan omzet mendekati Rp800 juta per bulan.

Saat masuk kali pertama, marketing adalah dunia asing baginya. “Kami bentuk. Kami beri grand design tentang marketing. Anak-anak yang berkreasi,” terang dia.

Sentuhan berbeda diberikan pada bidang IT. RS memberikan prasyarat kemampuan untuk bergabung yakni penguasaan soal HTML, PHP, MySQL, CSS hingga Framework.

Bidang IT ini diharapkan menjadi silicon valley-nya Wonogiri. “Kuncinya kami harus bangun komunitas. Inilah Regar Sport manajemen. Banyak komunitas di dalamnya mulai dari marketing, produksi, desain, hingga IT,” harap Jumariyanto.