Yuk Belajar Sejarah Kopi Nusantara

ilustrasi kopi. (Solopos/Dok)
06 Februari 2019 00:00 WIB Mahardini Nur Afifah Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Bicara tentang jejak kahwa Nusantara, Literatur Kopi: Aroma, Rasa, Cerita menyebut tonggak kopi dimulai sekitar lima Masehi di pelosok Ethiopia. Baru pada 700 Masehi bersamaan dengan penyebaran Islam, kopi menyebar ke berbagai belahan dunia. Kopi semula dikenal bangsa Arab sebagai minuman energi untuk modal begadang.

Penyebaran kopi berlanjut ke Konstantinopel lewat kekhalifahan Ottoman, Turki. Baru pada 1645, kopi Mocha dibawa dari Yaman ke Belanda. Selang 52 tahun atau pada 1658, Belanda baru membuka kebun kopi perdana di Sri Lanka. Persebaran kahwa giliran merambah Italia, London, Amerika Serikat, sampai Prancis.

Buku The World Atlas of Coffee menyebut cerita awal kopi masuk Nusantara adalah kisah kegagalan. Bermula dari niatan Gubernur Belanda membudidayakan biji kopi asal Malabar, India pada 1696 silam. Biji kahwa yang sedianya ditanam di Batavia ini hanyut tersapu banjir. Baru pada ujicoba kedua 1699, tanaman kopi kali pertama berhasil tumbuh di bumi Nusantara, tepatnya di bantaran Ciliwung. Bibitnya dibawa orang Belanda dari Sri Lanka.

Dari Kopi: Aroma, Rasa, Cerita; budidaya kahwa Nusantara baru tercium aromanya selang 15 tahun setelah benih kopi pertama jenis arabika ditanam di Jawa. Bupati Cianjur Aria Wira Tanu waktu itu mengirimkan sekitar empat kuintal kopi ke Amsterdam. Ekspor kopi tersebut perdana memecahkan rekor harga lelang di sana.

Tonggak sejarah tercatat pada 1726, sebanyak 2.145 ton kopi asal Jawa membanjiri Eropa, menggeser kepopuleran kopi Mocha yang sebelumnya menjadi penguasa pasar. Sejak itu kopi Jawa populer dengan gelar Java Coffee.

Reputasi moncer kopi Jawa menggerakkan Raja Louis XIV untuk meminta Wali Kota Amsterdam kala itu, Nicholas Witsen, mengirimkan benih Coffea arabica var. arabica atau dikenal Coffea arabica L. var. typica atau dikenal sebagai tipika. Raja menginginkan varietas kopi tersebut menjadi koleksi kebun raya Jardin des Plantes di Prancis.

Perwira angkatan laut Prancis membawa benih kopi dari Jardin des Plantes tersebut ke Martinique, koloni Prancis di Karibia. Pada waktu berdekatan medio 1720, Belanda juga mengapalkan benih kopi Jawa ke Suriname. Ekspansi tersebut membuat kopi Jawa menyebar ke Amerika Tengah dan Selatan.

“Jejak kopi Jawa di Amerika Latin masih bisa terlihat sampai sekarang. Di kebun mereka ada tipika,” jelas sosok yang menekuni sejarah kopi Prawoto Indarto, seperti dikutip dari buku Kopi: Aroma, Rasa, Cerita, baru-baru ini.