Kamu Hobi Main Tamiya? Ayo Gabung Komunitas Ini

Anggota komunitas STBPro Soloraya bermain di Hartono Trade Center, Solo Baru, Sukoharjo - Solopos.com/Arif Fajar S.
07 Februari 2019 18:35 WIB Arif Fajar Setiadi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO--Teriakan kencang seperti memberi semangat terdengar nyaring di Lantai I Hartono Trade Center, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Penasaran dengan keramaian itu, Solopos.com, mendatangi sumber suara tersebut.

Perlahan terlihat beberapa pria dewasa tengah berteriak sambil pandangannya tak terlepas dari jalur balap. Ada tiga jalur trek balap dengan bentuk yang sudah diatur dengan tingkat kesulitan tertentu berada di tengah ruangan tersebut.

Ternyata mereka adalah anggota komunitas tamiya dengan nama STBPro Soloraya yang tengah asyik kopi darat (kopdar). Ya mereka kopdar dengan cara beradu kecepatan mobil Tamiya. Pantas saja mereka berteriak ketika mobil Tamiya milik mereka tengah beradu cepat dengan lainnya.

Tawa kemenangan pun sering terdengar berbarengan dengan teriakan kekecewaan. Tertawa sebagai ekspresi kegembiraan ketika mobil koleksi memenangi adu cepat di jalur trek khusus. Sedangkan mereka yang kalah cepat atau mobil Tamiyanya terlempar, spontan berteriak meluapkan kekecewaan.

Namun, tak ada dendam atau kemarahan di antara mereka. Mereka justru terlihat kian akrab kendati aura persaingan untuk meraih juara atau yang tercepat tetap menyelimuti arena. Bahkan ada di antara mereka sengaja membawa istri atau anaknya ikut melihat atau bermain mobil rakitan dengan tenaga baterai tersebut.

Keakraban yang mereka tunjukkan di setiap kopdar plus latihan bareng yang digelar setiap Selasa malam, Jumat malam, dan Minggu siang, bukan semata-mata karena kesamaan hobi. Namun, mereka merasa sudah seperti keluarga yang punya hobi sama.

“Saya seperti menemukan keluarga baru ketika bergabung komunitas ini pada 2016. Soal kalah atau menang saat adu cepat Tamiya, itu bagian dari komunitas ini. Namun yang terpenting adalah kebersamaan yang tercipta di dalamnya,” ujar Fajar Agung, salah satu anggota STBPro Soloraya ketika ditemui Solopos.com, di atrium Hartono Trade Center, Solo Baru, Sukoharjo.

Keakraban juga dirasakan Thathit, cucu dalang kondang Ki Manteb Sudarsono saat kali pertama gabung di komunitas Tamiya tersebut. Sebagai pendatang baru, semula dia ragu apakah bisa beradaptasi dengan anggota lain, mengingat bermain Tamiya butuh modal tak sedikit serta keterampilan melakukan pengaturan mobil mainan rakitan tersebut agar mampu melaju cepat di jalur trek.

“Ternyata saya disambut baik, mereka juga tak segan berbagi ilmu. Karena di sini yang sudah lama belum tentu menjadi juara, semua tergantung pada kemampuan dan keterampilan menyetel mobil Tamiya. Itu lah yang justru membuat kami akrab,” terang Thathit.

Kopdar selain untuk membahas program, sharing, dan berlatih dalam menyetel, serta berlomba, juga ada hal-hal yang membuat mereka tetap peduli dengan sesama. “Ketika ada anggota yang tertimpa musibah kami pun siap membantu. Caranya dengan menggelar race internal, dan uang pembelian kupon [tanda mendaftar lomba] semuanya diberikan untuk yang terkena musibah. Bahkan ketika ada gempa di Lombok kami pun menggelar race dan menyalurkannya melalui PMI Solo,” terang Ketua STBPro Soloraya, Thomas Indriarto, didampingi penanggung jawab event, Deni “Gendon” kepada Solopos.com.

Komunitas Tamiya Soloraya juga dalam waktu dekat siap menggelar kejurnas di Hartono Trade Center pada 22-24 Februari. Kejurnas ini nantinya menentukan siapa yang berhak mengikuti World Champion Tamiya di Jepang. “Jadi di komunitas ini, selain hobi juga bisa ikut lomba yang kejuaraannya berjenjang hingga tingkat dunia,” jelas Deni “Gendon”.