Hasil Penelitian: Wanita Lebih Sensitif dengan Hawa Dingin

Ilustrasi AC (Tokopedia)
15 Februari 2019 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Perdebatan tentang suhu AC seringkali terjadi di kantor. Saat cuaca panas, mendinginkan tubuh di ruangan ber-AC jelas sangat menyenangkan. Namun, jika terlalu lama, maka tubuh bakal kedinginan. Nah, biasanya wanitalah yang paling sering mengeluh kedinginan.

Alhasil, para wanita biasanya bakal meminta suhu AC dinaikkan agar tidak terlalu dingin. Namun, para pria yang merasa kepanasan biasanya bakal marah dan mengabaikan permintaan tersebut. Perdebatan temperatur AC ini menjadi masalah klasik yang terjadi hampir setiap hari. Benar tidak? Nah, sebelum marah-marah, Anda semestinya memahami alasan wanita tidak tahan dengan hawa dingin.

Mengutip Her, Kamis (14/2/2019), hasil penelitian terbaru dari Warwick Medical School, Inggris, menyebut wanita lebih sensitif dengan hawa dingin. Hal ini terjadi karena tingkat metabolisme antara pria dan wanita yang berbeda. Profesor Paul Thornalley dari Warwick Medical School mengatakan, metabolisme mempengaruhi produksi energi di dalam tubuh.

Orang dengan tingkat metabolisme tinggi bakal lebih cepat memproduksi panas di tubuh saat berada di tempat dingin. Sebaliknya, orang dengan metabolisme rendah bakal merasa kedinginan hingga menggigil jika terlalu lama terpapar udara dingin.

"Penentu tingkat metabolisme adalah massa tubuh bebas lemak seseorang," kata Profesor Paul Thornalley.

Pria disebut memiliki massa tubuh bebas lemak yang lebih banyak dibandingkan wanita. Hal inilah yang membuat pria lebih nyaman ketika terpapar hawa dingin. Mereka akan merasa sangat tidak nyaman saat terpapar udara panas, sehingga menyebabkan produksi keringat berlebih.