Hasil Penelitian: Konsumsi Makanan Instan Tingkatkan Risiko Kematian

Ilustrasi mi instan (Pictagram)
21 Februari 2019 09:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Makanan instan sangat mudah dijumpai dan paling banyak dikonsumsi. Makanan instan seperti nugget, mi, pasta, daging olahan, dan lainnya berasa lezat sehingga digemari banyak orang. Namun, di balik kelezatannya, makanan ini mengandung bahaya yang mengancam nyawa.

Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal JAMA Internal Medicine seperti dikutip dari Web MD, Rabu (20/2/2019), menjelaskan, makanan instan meningkatkan risiko kematian dini. Makanan instan biasanya dikonsumsi dalam bentu camilan, makanan penutup, atau yang siap saji dengan cara dipanaskan. Jumlah konsumsi makanan instan meningkat pesat beberapa tahun belakangan.

Faktanya, makanan tersebut berisiko meningkatkan kematian dini. Hasil penelitian di Prancis selama dua tahun dengan 44.000 pertisipan berusia 45 tahun ke atas menyebut konsumsi makanan instan berisiko meningkatkan kematian dini sebanyak 14 persen.

Partisipan mengonsumsi makanan instan sebanyak 14 persen dari jumlah konsumsi harian. Jumlah tersebut tercatat memenemuhi 29 persen kebutuhan kalori harian. Masih butuh waktu melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efek negatif yang muncul akibat mengonsumsi makanan tersebut.

Ahli gizi dari University of Texas, Amerika Serikat, Molly Bray, mengatakan, hasil penelitian tersebut tidak terlalu mengejutkan. "Temuan ini sangat masuk akal. Selama ini, banyak penelitian yang menyebut konsumsi makanan instan memengaruhi fungsi otak dan kesehatan. Namun, sejauh ini efek yang diteliti masih terlalu sedikit. Butuh penelitian lebih lanjut tentang bahaya makanan instan bagi kesehatan," paparnya.