Anggun Wahyu Ramadhani Tak Mau Anak Muda Bergaya Ibu-Ibu

Anggun Wahyu Ramadhani - Istimewa / Dokumentasi Pribadi
27 Februari 2019 04:30 WIB Ika Yuniati Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO - Anggun Wahyu Ramadhani, 19, masuk daftar desainer muda yang bakal memeriahkan acara Street Fashionation di The Park Mall Solo Baru awal bulan depan. Karyanya dengan label Harun dipamerkan dalam serangkaian fashion show di acara tersebut.

Ini merupakan panggung pertamanya. Dia bakal mempersembahkan delapan koleksi busana muslim ready to wear. Sebelumnya Anggun sering menjadi model parade busana milik orang lain. “Ya kalau fashion show rancangan busana baru pertama ini sih. Sekaligus ini kali pertama memperkenalkan karya baruku,” kata dia saat dijumpai Espos belum lama ini. 

Mahasiswi D3 Keperawatan Stikes Kusuma Husada Solo ini memang pecinta fashion sejak masih SMA. Ia sempat punya usaha membuat kerudung saat duduk di bangku SMA. Vakum beberapa tahun, Anggun baru memulai lagi bisnis bidang fashion awal tahun ini. Ia merasa harus melanjutkan minatnya di bidang tata busana meskipun tengah disibukkan berbagai tugas kuliah. “Alhamdulillah baru dibuat beberapa sudah banyak yang pesan. Padahal bahkan belum aku launching,” kata dia sembari menyebut akun jualannya di Instagram yaitu @butikharun.id.

Belajar secara otodidak, Anggun sering bereksplorasi. Konsep pakaiannya yang banyak mengusung modest wear dibuat sesuai kebutuhan muslimah muda saat ini yaitu stylish tapi tetap sopan. Ia mengaplikasikannya dalam bentuk tunik yang dikombinasikan beberapa ornamen seperti lis beda warna atau ruffle. “Kalau aku sih, berangkat dari pengalaman ya. Apa yang dibutuhkan perempuan muslim saat ini. Busana yang sopan agak panjang tapi tidak membuat anak muda terkesan seperti ibu-ibu,” kata dia.

Anggun yang memulai aktivitas desain dari kursus jahit gratis di kampungnya ini menggambar sekaligus menjahit sendiri busana rancangannya. Meski tak linier dengan jurusan kuliah yang saat ini ditekuni, ia, yakin dunia fashion bakal memberikan peruntungan tersendiri baginya. Kalaupun tak memberikan kontribusi materi, minimal membuat hatinya gembira karena melakoni apa yang disukai. “Tipsnya jangan ngempet apa yang menjadi kemauan kita. Cobalah keluar dari zona nyaman saat ini. Hal sekecil apapun kalau mulai dijalani pasti bisa berkembang dan suatu saat menemui ide-ide baru yang bagus,” kata dia.