Tampil Bersih Itu Cara Gampang agar Disukai Allah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman. (Instagram/syedsaddiq)
10 Maret 2019 03:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Dalam Islam, manusia diwajibkan menjaga hubungan vertikal dengan Allah atau hablum minallah juga hubungan horizontal dengan manusia atau hablum minannas. Kehidupan manusia sehari-hari telah diatur sedemikian rupa dalam Alquran maupun Assunah sebagai petunjuk manusia dalam menjalani hidup.

Alquran menyampaikan segala sesuatunya dengan detail seperti air, gunung, sungai, kebun, buah-buahan, langit, binatang, dan masih banyak lagi. Menyoal kebersihan pun Alquran memberikan petunjuk. Allah berfirman,“Dan pakaianmu bersihkanlah.” (Q.S Al Mudatsir : 4)

Ayat tersebut dapat dimaknai bahwa Allah memerintahkan manusia untuk membersihkan pakaian. Namun, bukan hanya kebersihan fisik namun juga batin.

Ustazah Tri Winarsih, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya di SD Muhammadiyah 1 Solo, Rabu (6/3/2019), mengatakan dalam fiqih pengertian suci adalah terbebasnya diri atau barang dari najis dan hadas. Sedangkan bersih berarti terbebasnya diri atau suatu barang dari kotoran. Sesuatu yang tidak bersih atau kotor dapat dibersihkan dengan cara-cara mudah dan bebas seperti dicuci. Namun, ketika menyucikan sesuatu hal diperlukan cara-cara sesuai tuntunan agar terbebas dari najis dan hadas.

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin membagi beberapa tingkatan aktivitas bersuci yakni menyucikan tubuh dari segala bentuk hadas, kotoran, dan benda yang menjijikkan. Dalam membersihkan diri dari najis seseorang wajib beristinja atau bersuci dengan air atau tanah. Sementara itu, membersihkan hadas besar seseorang wajib untuk mandi wajib, untuk membersihkan hadas kecil seseorang wajib untuk berwudu atau bertayamum.

Ia menambahkan menyucikan setiap anggota tubuh dari bentuk dosa seperti mulut yang dapat berbuat gibah, mata yang dapat melihat sesuatu hal yang haram, telinga yang dapat mendengar cerita bohong, tangan yang merusak, kaki yang menuju maksiat, kemaluan yang dapat berbuat zina. Menurutnya, anggota tubuh merupakan amanah dari Allah yang seharusnya dijaga dan tidak digunakan untuk bermaksiat. Sudah seharusnya seluruh tubuh digunakan sebaik mungkin untuk Allah.

Lantas, menyucikan hati dari segala perilaku yang keji atau tercela dan menyucikan jiwa dari segala sesuatu yang bukan dari Allah. “Berbagai ayat dalam Alquran banyak menjelaskan tentang menjaga kebersihan yang tidak hanya kebersihan batin saja. Namun lingkungan, makanan, badan, dalam kehidupan sehari-hari juga harus dijadikan perhatian,” ujarnya.

Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, manusia lupa saat melaksanakan ibadah salat seseorang mengenakan pakaian yang dirasa bersih tapi tidak suci. Bahkan sering pula seseorang asal-asalan dalam berpakaian saat menjalankan salat di rumah atau di masjid.

Allah berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al Araf: 31)

Ketika seseorang memenuhi suatu undangan sebuah acara resmi akan berupaya mengenakan pakaian yang bersih dan terbaik. Sudah seharusnya ketika berada di masjid menghadap Allah memakai pakaian baik pula. Hal itu dapat menambah keindahan yang dapat berpengaruh khusyuk saat menjalankan ibadah salat dan ibadah lainnya.