Menata Ruang Makan menjadi Multifungsi

Menata ruang makan menjadi multifungsi, salah satunya sebagai ruang mengobrol anggot keluarga - Istimewa/Octaria Kenes
11 Maret 2019 23:55 WIB Arif Fajar Setiadi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO--Aktivitas makan di rumah bagi beberapa orang dirasa tidak memerlukan ruang khusus. Kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia, aktivitas makan di dalam rumah bisa dilakukan di mana pun atau tak harus berlangsung di ruang makan.

Namun, seiring berjalannya waktu, peran ruang makan dirasa penting pada sebuah hunian. Si pemilik rumah memanfaatkan ruang makan tak hanya untuk makan, tetapi juga sebagai tempat mengobrol dengan anggota keluarga. Pemilik hunian pun sengaja menyiapkan area untuk ruang makan di rumahnya. Mereka sengaja membuat ruang makan senyaman dan secantik mungkin dengan cara mendekorasi ruang itu.

Seperti dilakukan Nina Sakinah, Warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Nina yang aktif di komunitas Solo Mendekor ini mendekorasi ruang makan dengan gaya klasik modern. Warna hitam dipilih mendominasi ruang makan. Lemari, kitchen set, hingga dapur bersih didominasi warna kesayangannya.

Di tengah ruang makan, satu set meja makan dan kursi kayu berwarna cokelat beralaskan karpet membuat tampilan ruang makan berukuran 4 meter x 4 meter tampak elegan meski sederhana. Ruang makan semakin apik, karena Nina memadukannya dengan bunga hias dan lampu klasik.

“Sejak remaja saya memang suka mendekorasi. Dahulu kamar tidur. Sekarang setelah menikah, hobi mendekorasi terus berlanjut. Apalagi keseharian usaha di rumah membuat saya punya waktu untuk hobi tersebut, salah satunya mendekorasi ruang makan,” ujar Nina kepada Solopos.com, belum lama ini.

Sementara, rumah berbentuk joglo yang dihuni Rona, tak membuat anggota Solo Mendekor tersebut kehilangan ide mendekorasi ruang makan di rumahnya. “Rumahnya kan sudah berbentuk joglo jadi mendekorasi [ruang makan] menyesuaikan ruangan yang sudah ada,” ujar Rona.

Tema klasik rustik pun dipilih untuk mendekorasi ruang makan. Pilihan itu menyesuaikan bentuk rumah lantaran elemen yang digunakan lebih banyak terbuat dari kayu. Kendati demikian, perpaduan warna yang pas antara warna kayu dan rak berwarna putih serta peranti makan berwarna merah membuat ruang makan semakin cantik. “Meja dan rak sengaja dibuat tukang dengan menyesuaikan ruangan dan perabot makan yang sudah ada,” jelasnya.

Sedangkan Octaria Kenes memanfaatkan ruang makannya untuk pertemuan rekan bisnis. Komandan Solo Mendekor ini memanfaatkan ruang di dekat ruang cuci di bagian belakang rumahnya sebagai ruang makan dan meeting. Mengusung gaya semiindustrialis, ruang makan tersebut tampil ciamik dengan pemanfaatan sejumlah barang bekas dengan dominasi besi dan kayu. “Jadi konsepnya 2 in 1, selain untuk ruang makan bisa untuk ruang meeting ketika urgent koordinasi dengan teman kantor atau relasi,” jelas Octaria kepada Solopos.com.

Bahan yang digunakan untuk ruang makan pun hasil daur ulang. Octaria mencontohkan meja makan yang merupakan bekas pintu kemudian diberi penopang rangka mesin jahit. Agar tampil cantik, di atas meja diberi beberapa aksesori. Sedangkan penerangan di malam hari menggunakan balok bekas dipadu lampu tempel. Pada siang hari, sinar matahari dari ruang cuci cukup menerangi ruang makan. Kursinya menggabungkan kayu dan besi sebagai ciri industrialis.

“Jadi sebelum mendekorasi ruangan sebaiknya tentukan apa konsepnya, baru kemudian tentukan elemen pendukungnya. Konsep bisa menyesuaikan tema rumah secara keseluruhan, bisa juga berdiri sendiri,” ujar Octaria.