Kisah Tragis Cacat Usai Pijat Kepala Viral, Benarkah?

Ilustrasi pijat kepala. (Reuters)
22 Maret 2019 00:00 WIB Ginanjar Saputra Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLOKisah tragis mengenai pria India berusia 54 tahun yang cacat setelah leher dan kepalanya dipijat usia rambutnya dicukur viral di media sosial. Kisah itu kali pertama dipaparkan di halaman Facebook Public Health Malaysia, Selasa (19/3/2019).

Di halaman Facebook tersebut diceritakan ada pria di India berusia 54 tahun yang mendapatkan pelayanan cukur rambut dan pijat gratis. Seusai dicukur, kepala dan leher pria tersebut dipijit oleh si tukang cukur.

Seusai dipijat, leher pria tersebut ditekuk hingga mengeluarkan bunyi seperti patahan. Memang awalnya bunyi patahan tersebut membuat si pria merasa lega.

Sayang, sesaat setelah itu, pria yang tak disebutkan namanya tersebut merasa susah bernapas dan harus dilarikan ke rumah sakit. "Pemeriksaan MRI menyebutkan bahwa terdapat cedera serius di bagian tulang leher lelaki tersebut. Cedera ini menyebabkan saraf frenikus mengalami masalah. Saraf frenikus adalah saraf yang berfungsi untuk mengendalikan diagrama, sejenis otot yang membantu pernapasan," tulis pengelola akun Facebook tersebut.

Tragisnya lagi, ia dikabarkan harus menggunakan alat bantu pernapasan selama hidupnya. "Dia terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit untuk waktu yang lama. Selain itu, dia harus menggunakan alat bantuan pernapasan sepanjang hidupnya," lanjutnya.

Benarkah?

Kisah tragis yang kebenarannya diragukan itu langsung viral dan sudah dibagikan lebih dari 11.000 kali hingga Kamis (21/3/2019) .Bukan hanya itu, kisah tragis tersebut juga mengundang lebih dari 5.400 komentar.

Kebanyakan warganet percaya dengan kisah tragis tersebut. Namun sebagian lainnya menganggap kisah tragis itu sebagai hoaks.

Namun di sisi lain, pijatan leher dan kepala yang dilakukan pemangkas rambut memang cukup berbahaya. Seorang dokter di Medanta India, Anand Jaiswal, memperingatkan orang-orang untuk berhati-hati memijat lehernya saat di salon.

"Pijat leher dan tengkuk leher yang dilakukan pemangkas rambut setelah pemotongan rambut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sendi leher dan jaringan sekitarnya, otot atau saraf," ujarnya seperti dikutip Times of India, September 2017 lalu.

Ia juga menerangkan pijat leher dan kepala setelah memangkas rambut bisa mengakibatkan kelumpuhan diafragma. Hal itu memang membuat penderitanya harus menggunakan alat bantu pernapasan sepanjang hidupnya.