Hasil Penelitian: Minuman Panas Tingkatkan Risiko Kanker

Ilustrasi teh panas (Fox News)
26 Maret 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Minum teh panas di pagi hari merupakan kebiasaan sejumlah orang. Mengawali hari dengan menghirup secangkir teh memang terasa nikmat. Namun, perhatikan suhu teh yang diminum. Pastikan teh tersebut tidak terlalu panas karena berbahaya bagi kesehatan.

Hasil penelitian terbaru mengungkap adanya risiko pertumbuhan kanker kerongkongan akibat kebiasaan minum teh panas. Dikutip dari Medical Daily, Senin (25/3/2019), minum teh panas dengan suhu lebih dari 60 derajat celsius meningkatkan risiko kanker hingga 90 persen.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 50.000 orang di Golestan, Iran, dengan rentang usia 40-75 tahun. Penelitian ini dilakukan sejak 2004 hingga 2017. Hasilnya, diketahui 300 orang menderita kanker kerongkongan. Tim peneliti mengungkap kanker itu muncul dipengaruhi temperatur teh yang terlalu panas.

"Kebanyakan orang gemar menikmati teh, kopi, atau minuman lainnya dalam kondisi panas. Berdasarkan hasil temuan kami, minum teh yang terlalu panas meningkatkan risiko kanker tenggorokan. Jadi, lebih baik menunggu suhunya turun terlebih dahulu sebelum diminum," ungkap salah seorang peneliti, Farhad Islami.

Penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Cancer mendukung penelitian sebelumnya tentang hubungan teh panas dan kanker tenggorokan. Tetapi, penelitian ini lebih fokus meneliti temperatur suhu yang membahayakan.

Sementara itu, kanker kerongkongan bisa saja muncul karena cedera berulang akibat rokok, konsumsi alkohol, serta refluks asam. Hasil penelitian ini menunjukkan minuman panas bisa jadi penyebab munculnya kanker.