Ingin Jadi Barista Kopi? Kuasailah 16 Materi Uji Kompetensi Ini

Pengunjung melihat barista dalam menyeduh kopi di acara Ngopi Bareng di Taman Kelono Sewandono, Ponorogo, Sabtu (23/2 - 2019). (Istimewa/Pemkab Ponorogo)
28 Maret 2019 21:40 WIB Mahardini Nur Afifah Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia Edy Panggabean menyampaikan, pihaknya selaku fasilitator Sertifikasi Profesi Barista yang digandeng Bekraf sejak 2016 lalu telah memfasilitasi kegiatan sejenis di 16 kota dan kabupaten, termasuk Solo.

“Saat ini ada 100 peserta yang ikut uji kompetensi dari 140 pendaftar yang telah kami seleksi. Dari 2.000 total peserta yang sudah ikut, 1.700 di antaranya lolos uji kompetensi,” jelas Edy.

Untuk memenuhi standar kompeten di bidang peracik dan pembuat minuman berbahan dasar kopi, terdapat 16 unit kompetensi yang wajib dipenuhi seorang pramuracik (barista). Masyarakat harus benar-benar kompeten.

Di Solo, uji kompetensi Sertifikasi Profesi Barista dilaksanakan selama dua hari, pada Selasa-Rabu (19-20/3/2019). Pada hari pertama, peserta dibekali materi dari 16 unit kompetensi oleh tim pemateri dari LSP Kopi Indonesia. Materi uji meliputi, menyiapkan dan menghidangkan minuman nonalkohol, mengelola bahan baku, mengelola peralatan dan perlengkapan, mengoperasikan peralatan, mengoperasikan bar, menangani pelanggan, berkomunikasi secara lisan dalam bahasa Inggris pada tingkat operasional dasar, bekerja sama dengan kolega dan pelanggan, mengelola area kerja, memutakhirkan pengetahuan tentang produk kopi, menangani situasi konflik, serta mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan tempat kerja.

Uji kompetensi dilaksanakan pada hari kedua dengan materi uji berupa wawancara, tes tertulis, observasi, demonstrasi, dan tes lisan. Sertifikasi tersebut berlaku selama tiga tahun pasca-peserta uji dinyatakan lulus dan kompeten. Setelah itu, dilaksanakan asesmen ulang dari lembaga penerbit sertifikasi.

Pegiat komunitas Karanganyar Coffee Society sekaligus perintis kedai kopi di Karanganyar, Dofi Meihantoro, menyampaikan sertifikasi profesi barista menjadi ajang menakar kapasitas diri.

“Saya ikut Sertifikasi Profesi Barista 2017 lalu. Ini buat menakar kapasitas diri. Terlebih buat barista yang bekerja ikut orang, pasti ada manfaatnya tersendiri,” jelasnya secara terpisah, Selasa sore.

Dofi menyampaikan sebagai pengelola kedai sekaligus tempat penyangraian biji kopi Dof Coffee, pihaknya tidak cukup mandek berproses selepas memegang sertifikat kompeten. “Kita justru perlu rajin ikut kelas kompetisi,” kata dia.