Allah Hanya Meminta Waktu Jauh Lebih Sedikit dari Kesibukan Manusia di Dunia

Salat merupakan kewajiban muslim. (dok)
06 April 2019 03:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Amalan yang paling disukai Allah yakni salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan berjihad kepada Allah. Salat menempati urutan pertama amalan yang disukai Allah, ketika terdengar azan, maka segerakan untuk meninggalkan seluruh aktivitas dunia dan segera menunaikan salat.

Dengan salat akan menghindarkan seluruh perbuatan tercela. Salat merupakan tiang agama yang menjadi pemisah antara muslim dan kafir. Rasulullah telah memberikan tuntunan salat secarai detail dari awal salat hingga akhir.

Allah berfirman,“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alquran dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat salat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain.” (Q.S An Ankabut: 45)

Salat bisa menjadi benteng dari perbuatan keji dan munkar apabila dikerjakan dengan benar-benar baik. Apabila ada seseorang yang berbuat munkar padahal ia melaksanakan salat lima waktu, dipastikan salat yang dilakukannya tidak benar-benar.

Hal itu disampaikan oleh Ustazah Atit Nur Ariyanni saat ditemui Solopos.com di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Kamis (4/4/2019) pagi. Salat lima waktu memiliki berbagai keutamaan yang nantinya akan dibalas oleh Allah dengan surga. Kemuliaan yang diberikan Allah baik di dunia maupun akhirat menjadi balasan bagi seorang muslim yang menjalankan salat dengan sebaik mungkin.

“Orang yang salat badannya akan selalu sehat, keberadaannya dijaga malaikat, wajahnya menampakkan pribadi yang saleh, berbagai urusan akan dimudahkan oleh Allah hingga ke jembatan siratul mustaqim,” ujarnya.

Ia menambahkan seorang laki-laki memiliki kewajiban untuk salat berjemaah di masjid. Perempuan pun tidak ada larangan untuk salat di masjid. Namun, perempuan lebih baik salat di rumah. Ia menambahkan ketika Rasulullah sedang sakit, beliau meminta dibantu dalam perjalanannya menuju masjid. Hal itu dikarenakan Rasulullah mencontohkan dalam kondisi apa pun, seorang laki-laki memiliki kewajiban untuk salat berjemaah di masjid. Pada zaman itu, Rasulullah akan menegur dengan keras sahabatnya yang mampu untuk menunaikan salat di masjid namun tidak melakukannya.

Rasulullah bersabda,“Barangsiapa salat jemaah dengan ikhlas karena Allah selama empat puluh hari dengan mendapati takbir pertama (takbiratul ihram), maka ia dibebaskan dari dua perkara: dibebaskan dari neraka dan dibebaskan dari kemunafikan.” (H.R Bukhari Muslim)

Menurutnya, salat lima waktu saja tidak cukup, sehingga diperlukan faktor-faktor lain untuk memperoleh balasan dari Allah. Menjalankan salat dengan khusyu dengan tidak terburu-buru juga dijadikan sebagai perhatian. Allah hanya meminta waktu seseorang sedikit saja, jauh lebih sedikit dengan waktu kesibukan di dunia.

“Allah tidak minta manusia salat dengan susah, Allah tidak meminta mengenakan baju baru atau baju bagus. Allah hanya meminta mengenakan pakaian yang baik dan bebas dari najis,” ujarnya.

Ia menambahkan salat akan membawa kebaikan ke ibadah-ibadah lain pula. Salat lima waktu dengan tepat waktu akan menggugurkan dosa-dosa yang sengaja dilakukan maupun tidak. Hal itu diibaratkan sebagai sungai yang jernih melintas di depan rumah, karena sangat bersih air dari sungai itu digunakan untuk mandi. Salat diibaratkan air yang membersihkan tubuh dari kotoran yang menempel.