Obati Luka Bakar Pakai Odol? Bukannya Sembuh Malah Tambah Parah

Ilustrasi merawat luka bakar dengan odol (Youtube)
10 April 2019 05:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, dalam skala besar maupun kecil seperti memasak. Saat memasak di dapur, ada saja hal-hal yang membuat seseorang cedera. Mulai dari tergores pisau, cipratan minyak panas, atau tak sengaja menyentuh panci panas.

Jangan khawatir, cedera saat memasak adalah hal yang wajar. Termasuk luka bakar ringan yang dialami akibat cipratan minyak atau tak sengaja menyentuh panci panas. Kebanyakan orang biasanya bakal mengoleskan odol ke bagian tubuh yang mengalami luka bakar. Tapi, tahukah Anda mengoleskan odol justru memperparah luka bakar?

Mengutip Telegraph, Selasa (9/4/2019), mengoleskan odol ke kulit justru memperparah luka bakar. Odol mengandung mint dan kalsium yang berisiko memperluas infeksi dan membahayakan jaringan kulit. Odol bersifat panas, sehingga akan membuat kulit semakin terbakar.

Selain odol, orang Indonesia yakin mentega mampu mengatasi luka bakar. Namun, mengoleskan mentega pada luka justru menghalangi sirkulasi udara. Mentega menyumbat pori-pori kulit yang membuat panas terjebak di dalam lapisan kulit sehingga semakin terbakar.

Penggunaan odol dan mentega untuk merawat luka bakar tidak pernah direkomendasikan dokter manapun. Kedua bahan itu justru mempertahankan panas, sehingga semakin merusak jaringan kulit yang terluka.

Cara paling tepat mengatasi luka bakar adalah membasuhnya dengan air mengalir. Durasinya bergantung pada besarnya luka yang dialami. Namun, Anda tidak boleh merendam luka di dalam air, karena tidak akan berefek apapun pada kulit.

Pastikan air yang dipakai tidak terlalu dingin alias bukan air es. Mengompres luka bakar dengan es justru membuat sirkulasi darah terganggu. Akibatnya adalah radang dingin (frosbite) dan kerusakan pada kulit.