Puasa Sambil Diet? Perhatikan Hal Ini

Ilustrasi puasa. (Istimewa - ukrevival.net)
14 Mei 2019 01:10 WIB Asteria Desi Kartika Sari Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA - Bulan Ramadan bisa jadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Muslim. Bukan saja hanya untuk mengejar pahala saat beribadah, melainkan juga bisa menjadi momen untuk menurunkan berat badan, karena tidak makan selama kurang lebih 13-14 jam dalam sehari.

Hal tersebut dibenarkan oleh dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi. Dia mengatakan apabila saat berpuasa dapat mengatur pola makanan dengan baik, kemungkinan besar setelah berpuasa justru akan bertambah sehat. “Bahkan untuk orang yang mengalami kegemukan, momen berpuasa menjadi kesempatan untuk bisa menurunkan berat badan,” katanya.

Namun untuk mencapai tujuan tersebt tentu saja pola makan saat sahur dan berbuka komposisi makanan juga perlu diperhatikan. Pasalnya, beberapa orang justru bisa mengalami kenaikan berat badan setelah berpuasa karena makan yang serba berlebihan.

Inge melanjutkan pada umumnya agenda makan setiap hari terbagi menjadi tiga kali, yakni makan pagi, siang, dan malam. Menurutnya tidak ada perbedaan komposisi nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa ataupun tidak berpuasa. Ketika berpuasa porsi makan menjadi dua kali sehari, yakni di pagi hari dan malam. “Karena sebenarnya hanya membagi makan saja.Saat itulah momen tepat untuk mengontrol asupan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa,” jelasnya.

Saat berpuasa, dia mengatakan gula darah dalam tubuh menjadi lebih rendah, jumlah karbohidar yang tersimpan di tubuh menjadi lebih rendah. Saat itu, tubuh tidak memiliki pilihan lain untuk membakar lemak ditubuh untuk menghasilkan energi agar tubuh mampu beraktivitas harian.

Metabolisme tubuh saat itu meningkat karena tubuh merespon dengan memberikan energi dengan melepaskan lebih banyak adrenalin yang dapat membuat tubuh memiliki banyak energi dan lebih fokus.Ketika tubuh melepaskan adrenalin, tubuh akan membakar lemak agar tubuh mendapatkan energi yang sangat dibutuhkan setelah gula darah turun.

Jadi, Inge menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang manis, untuk menggantikan glukosa dalam tubuh selama berpuasa. Justru, yang paling penting harus diawali dengan minum. Menurutnya saat buka paling tidak minum hingga dua gelas air, baik air putih hingga susu. Sedangkan saat berbuka usahan minum total 6 gelas saat berbuka hingga malam hari. Tak kalah penting, dia menekankan saat berbuka jangan makan dengan porsi yang terlalu banyak.

Makanan berlemak seperti gorengan sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi saat sahur. Justru dengan makan gorengan. Untuk makanan usahakan tetap harus mengandung karbohidrat, protein baik nabati atau hewani, dan serat. “ Makan-makanan yang seperti itu yang dapat menyeimbangkan berat badan kita,” jelasnya.

Tak kalah penting olahraga saat berpuasa tetap dianjurkan apalagi bagi mereka yang berniat ingin menurunkan berat badan saat berpuasa. Pasalnya, lemak dalam tubuh anda akan hilang dengan cepat ketika berolahraga.

Saat itu, tubuh anda akan membakar lemak jauh lebih cepat karena kadar gula darah ebih rendah. Hal tersebut akan memaksa tubuh untuk membakar banyak lemak untuk energi saat anda berolahraga. “ Olahraga bisa menjelang buka puasa, misalnya setengah jam sebelum berbuka. Pilih olahraga yang ringan misalnya jalan sehat atau bersepeda,” jelasnya.