Hai Konsumen, Simak Pesan Ulama Soal Belanja di Bulan Ramadan

Ilustrasi belanja. (Antara/R. Rekotomo)
15 Mei 2019 05:40 WIB Bayu Jatmiko Adi Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO - Bank Indonesia (BI) Solo menggandeng sejumlah kalangan, termasuk pemuka agama, untuk mengendalikan inflasi. Pemuka agama diajak bersama-sama mengingatkan konsumen agar bijak berbelanja selama Ramadan dan Lebaran.

BI mengadakan diskusi mengenai hal itu Selasa (14/5/2019). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, Subari, yang ahdir dalam diskusi tersebut mengatakan salah satu pemicu inflasi kemungkinan karena banyaknya masyarakat yang berbelanja. Termasuk umat Islam, mengingat Ramadan dan Lebaran merupakan hari besar bagi muslim.

"Kami dari MUI mengimbau, di dalam ajaran Islam sudah ada ajaran memanfaatkan harta, bagaimana belanja dan sebagaimana, intinya jangan berlebihan. Kebetulan di bulan Ramadan kegiatannya luar biasa, dari subuh sampai malam pasti ada ceramah. Nanti kami manfaatkan itu melalui penceramah atau media sosial untuk mengimbau masyarakat agar belanja secukupnya," kata dia kepada wartawan, Selasa.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Solo, Taufik Amrozy, mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga komunikasi dengan berbagai kalangan. "Kami menyadari bahwa program 4K dalam pengendalian inflasi, salah satunya adalah komunikasi yang efektif. Berbagai saluran kami gunakan termasuk hari ini dari MUI, tokoh agama, forum komunikasi pondok pesantren, dewan masjid, dan yang unik di tahun ini kami juga mengajak ibu-ibu PKK. Selain itu ada daru unsur pemerintah di Soloraya," kata dia.

Menurut Taufik, sebagai upaya untuk melakukan pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat, peran pemuka agama sangatlah penting. Sebab, pemuka agama juga memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan komunikasi ini dan dialog tadi, bisa menyampaikan lagi ke masyarakat tentang imbauan bijak belanja dan perilaku tidak berlebihan," lanjut dia. Perilaku belanja bijak serta tidak panik dalam berbelanja bisa mendukung terkendalinya inflasi.