Marah Tak Batalkan Puasa, Tapi…

Ilustrasi marah (Freepik)
16 Mei 2019 21:40 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Puasa merupakan salah satu ibadah wajib yang dilakukan muslim setiap Ramadan. Bulan Ramadan dipenuhi berkah dan pahala bagi orang yang mengerjakan puasa dan memperbanyak amal salih.

Namun, bukan hal mudah menjalankan puasa dengan sempurna saat Ramadan. Orang yang berpuasa harus menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu dari terbit sampai terbenamnya matahari saat azan magrib berkumandang.

Lapar dan dahaga mungkin tidak terlalu sulit untuk ditahan. Namun, mengendalikan nafsu dan emosi menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang berpuasa. Buktinya, masih banyak orang berpuasa yang sering marah. Nah, apakah marah membatalkan puasa?

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (16/5/2019), marah bukanlah perkara yang membatalkan puasa. Orang yang marah puasanya tetap sah. Namun, marah mengurangi pahala puasa. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk menjadi orang yang sabar dalam setiap keadaan, khususnya saat berpuasa.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk tetap sabar dalam segala kondisi, termasuk saat berpuasa. “Puasa adalah membentengi diri. Maka, bila salah satu dari kamu berpuasa, janganlah berkata kotor dan berteriak. Jika ada yang memaki atau mengajak bertengkar, maka katakanlah sesungguhnya aku sedang berpuasa,” demikian terjemahan hadis yang ditulis di kitab Shahih Bukhari Muslim.

Dari hadis di atas dapat ditarik kesimpulan marah tidak termasuk ke dalam hal yang membatalkan puasa Ramadan. Namun, marah menjadi penyebab berkurangnya pahala puasa. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk tetap sabar dan tidak membalas makian dengan amarah saat sedang berpuasa.