Jangan Mubazir di Bulan Ramadan

Ilustrasi Ramadan (Solopos - Whisnupaksa)
17 Mei 2019 08:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Makanan merupakan salah satu rezeki dari Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia. Meski demikian, masih ada saja sejumlah orang yang memperlakukan makanan seenaknya. Dengan mudahnya mereka menolak bahkan membuang makanan yang merupakan suatu nikmat dari Tuhan, khususnya di bulan Ramadan.

Lihat saja, kebanyakan orang yang berpuasa seringkali mengidamkan makanan tertentu untuk disantap saat berbuka. Keinginan itu muncul karena tubuh tidak mendapat asupan makanan apapun selama belasan jam. Akibatnya, kebanyakan orang cenderung mempersiapkan berbagai jenis makanan untuk berbuka puasa. Padahal, biasanya perut akan terasa kenyang setelah meneguk air dan memakan camilan.

Beda cerita jika seseorang mendapat takjil saat berbuka puasa. Kini, hampir setiap masjid memberikan takjil untuk berbuka puasa, mulai dari camilan hingga makanan berat seperti nasi. Namun, terkadang porsi atau rasa makanan tersebut tidak sesuai dengan selera setiap orang. Jadi, bisa saja makanan itu bisa saja dibuang dengan berbagai alasan. Padahal, yang demikian itu adalah perilaku mubazir yang tidak disukai Allah.

Allah menyeru manusia untuk makan secukupnya. Perintah tersebut tertulis dalam Alquran surat Al A’raf ayat 31 yang artinya, “makan dan minumlah, dan janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”

Pada surat Al Isra’ ayat 27, Allah mengingatkan manusia tentang perilaku boros alias mubazir. Dalam ayat tersebut dijelaskan orang yang mubazir disebut sebagai teman dari setan. “Sesungguhnya pemboros adalah saudara dari setan yang ingkar kepada Tuhannya.

Pada laman Nu.or.id yang dikutip Solopos.com, Kamis (16/5/2019), ayat tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan orang yang gemar melakukan pemborosan. Perbuatan manusia yang demikian disetarakan dengan perilaku setan. Sebab, menimbulkan dampak negatif berupa peniadaan penghargaan atas karunia Allah.

Jadi, semestinya Anda menghindari perilaku pemborosan, khususnya di bulan Ramadan. Sebab, salah satu esensi puasa adalah menahan diri dari segala perilaku buruk termasuk pemborosan yang merupakan buah dari nafsu belaka.