Puasa Senjata Orang Beriman

Ilustrasi Ramadan (Solopos - Whisnupaksa)
19 Mei 2019 04:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Puasa disebut sebagai senjatanya orang-orang beriman. Sebab, pada hakikatnya puasa mengajarkan manusia untuk bersabar menahan hawa nafsu. Ibadah puasa, khususnya di bulan Ramadan merupakan wujud bakti seorang hamba kepada Tuhan.

Perintah berpuasa di bulan Ramadan termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 183-187. Dalam ayat tersebut dijelaskan tujuan berpuasa yang semestinya diperjuangkan untuk mencapai ketakwaan. Lantas, kenapa puasa disebut sebagai senjatanya orang beriman?

Orang berpuasa semestinya menghindari diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa, seperti marah, berbohong, sumpah palsu, dan melakukan berbagai maksiat. “Semua manfaat puasa akan terasa ketika kita ikhlas menjalankannya dengan mengharapkan rida Allah,” kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH. Muhmmad Nur Hayid, seperti dikutip dari laman Nu.or.id, Sabtu (18/5/2019).

Orang yang berpuasa akan mendapatkan kemuliaan, penjagaan, dan ganjaran dari Allah. Hal tersebut sesuai dengan hadis qudsi yang menegaskan bahwa puasa adalah ibadah untuk Allah. Jadi, orang yang berpuasa akan mendapat balasan pahala dari Allah.

Salah satu kemuliaan yang diperoleh orang berpuasa adalah mendapat ampunan dan penjagaan dari dosa. Orang yang berpuasa juga akan dijamin kesehatan jasmani dan rohaninya oleh Allah. “Orang yang berpuasa akan diberi kekuatan lahir dan batin, yakni mengistirahatkan organ pencernaan di dalam tubuh. Selain itu, jiwanya juga dilatih untuk sabar, ikhlas, dan rendah hati,” sambung KH. Muhammad Nur Hayid.

Allah bakal mengundang orang yang menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh ke surga dan dibebaskan dari siksa api neraka. Sebab, orang yang berpuasa sangat disayangi Allah. “Allah akan mengundang dan menempatkan mereka ke surga. Allah menyiapkan surga Ar Riyan dengan pintu masuk bernama Ar Rayan. Kecintaan Allah terhadap orang yang berpuasa ditunjukkan dengan menyebut bau mulut mereka lebih wangi daripada parfum di surga kelak,” sambung KH. Muhammad Nur Hayid.

Meski demikian, manusia tidak pernah tahu apakah puasa yang dilakukan mendapat pahala atau tidak. Sebab, puasa adalah ibadah yang sangat rahasia. Mengingat di bulan Ramadan penuh berkah ini Allah memberikan ampunan, maka perbanyaklah beramal salih agar puasa yang dilakukan tidak sia-sia.