Keistimewaan Iktikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan

Ilustrasi orang berdoa (Reuters)
23 Mei 2019 13:30 WIB Septina Arifiani Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Salah satu amalan sunah di bulan suci Ramadan adalah beriktikaf. Kendati termasuk amalan sunah yang bisa dilakukan kapan saja, tetapi khususnya di bulan Ramadan, iktikaf lebih dianjurkan, terutama di 10 malam terakhir.

Keutamaan iktikaf pun sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar. Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah SAW. bahkan menyatakan iktikaf di 10 malam terakhir bagaikan beriktikaf bersama beliau.

Sebagaimana dikutip Solopos.com dari Nu.or.id, secara terminologi, iktikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuannya adalah semata beribadah kepada Allah, khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid.

Demi meraih keutamaan yang lebih besar, seseorang tentu dapat memperbanyak ragam niatnya, seperti berniat mengunjungi dan menghormati masjid sebagai rumah Allah, berzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, mengharap rahmat dan rida-Nya, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh dan cinta kepada-Nya, memutus segala hal yang dapat melupakan akhirat, dan sebagainya.

Iktikaf dapat dilakukan setiap saat, termasuk pada waktu-waktu yang diharamkan salat. Hukum asalnya adalah sunah, tapi bisa menjadi wajib apabila dinazarkan. Kemudian, hukumnya bisa menjadi haram bila dilakukan oleh seorang istri atau hamba sahaya tanpa izin, dan menjadi makruh bila dilakukan oleh perempuan yang bertingkah dan mengundang fitnah meski disertai izin.

Niat Itikaf

Berikut ini lafal iktikaf yang dapat dibaca untuk memantapkan niat:

Nawaitu an a‘takifa f hdzal masjidi m dumtu fh.

Artinya, “Saya berniat iktikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Lafal niat ini dikutip dari Kitab Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj. Lafal iktikaf lain yang dapat digunakan adalah lafal berikut ini. Lafal niat iktikaf ini dikutip dari Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi:

Nawaitul i’tikfa f hdzal masjidi lillhi ta‘l.

Artinya, “Saya berniat iktikaf di masjid ini karena Allah SWT.”