Begini Cara Iktikaf Ala Rasulullah

Ilustrasi Doa (Solopos - Whisnupaksa)
26 Mei 2019 03:30 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Ramadan segera berakhir. Sejumlah orang mulai berbondong-bondong ke masjid untuk beriktikaf. Iktikaf merupakan ibadah khusus yang hanya bisa dilakukan di masjid. Iktikaf dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan membaca Alquran, zikir, salat, dan berdiskusi.

Iktikaf bukanlah syariat yang ditetapkan pada zaman Nabi Muhammad saja. Tapi, sudah ada sejak zaman nabi terdahulu. Itulah sebabnya iktikaf disebut sebagai syariat terdahulu sesuai dengan firman Allah di surat Al Baqarah ayat 125.

“Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail. Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iltikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud.” (QS. Al-Baqarah: 125)

Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar dari Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan, Nabi Muhammad gemar melakukan iktikaf pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. "Rasulullah selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan," demikian bunyi hadis tersebut.

Iktikaf memang bukan amalan wajib, tapi sangat dianjurkan untuk melatih pribadi menjadi lebih disiplin, mencintai masjid, sekaligus menyongsong datangnya lailatulkadar. Iktikaf semestinya dilakukan di masjid besar atau masjid yang biasa dipakai untuk salat jumat. Lalu sebenarnya apa saja yang sebaiknya saat melaksanakan iktikaf?

Dalam kitab Al Majmu’ ala Syarh Al Muhadzab, seperti dikutip dari situs NU, Sabtu (25/5/2019), Imam Nawawi menjelaskan, orang yang beriktikaf semestinya menyibukkan diri dengan ketaatan, yakni dengan cara salat, bertasbih, berzikir, serta membaca Alquran. Serta menyibukkan diri menimba ilmu dengan cara belajar, mengajar, membaca, menulis, dan berdiskusi. Hal ini merupakan pijakan bagi penganut mazhab Syafi’i.

Sementara dalam kitab Al Fiqh Al Manhaji ‘ala Al Mazhab, Imam Syafi’i menjelaskan beberapa amalan yang sebaiknya dikerjakan saat iktikaf, antara lain salat, berzikir, membaca Alquran, diskusi keilmuan, berpuasa, serta tidak berbicara kecuali yang baik.