Anak Menangis Tanpa Air Mata? Mungkin Ini Penyebabnya

Ilustrasi anak menangis tanpa air mata. (Istimewa)
15 Juni 2019 07:10 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA - Asupan air merupakan kebutuhan penting bagi tubuh manusia. Tanpa air, manusia dapat mengalami dehidrasi yang bisa menimbulkan kerugian bagi tubuh. Khususnya pada anak-anak, dehidrasi dapat membawa kerugian besar. Itulah sebabnya orang tua penting memperhatikan kecukupan air pada anak.

Dokter spesialis gizi klinis Nurul Ratna Mutu Manikam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa warna urine dapat menjadi petanda kondisi hidrasi pada seseorang. “Apabila urinenya berwarna kuning, bahkan kuning pekat, itu tanda tubuh kurang hidrasi,” ujarnya.

Pada anak atau bayi yang mengalami dehidrasi, biasanya akan terjadi peningkatan suhu tubuh alias demam. Jadi, kalau anak atau bayi mengalami demam, berikan air yang lebih banyak dari pada biasanya. “Setiap kenaikan suhu tubuh satu derajat, kebutuhan air yang diperlukan meningkat 10 persen,” ujarnya.

Bayi atau anak yang mengalami dehidrasi tahap lanjut biasanya menangis tanpa air mata. Dehidrasi pada anak juga menyebabkan mulut anak kering dan sangat kurang frekuensi buang air kecil.

“Yang berbahaya kalau dehidrasinya sudah tahap lanjut, yaitu anak tidak mengalami rasa haus bahkan mengalami penurunan kesadaran,” ujarnya. Gejala yang kentara pada dehidrasi adalah haus, mudah lelah, pusing, anak menjadi rewel, konstipasi dan lain-lain.