Tahukah Anda Kapan Waktu Terbaik Anak untuk Dikhitan?

Ilustrasi pisau bedah (Youtube)
03 Juli 2019 22:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Sunat atau khitan yang dikenal dengan istilah sirkumsisi dalam dunia medis merupakan hal umum yang dilakukan para pria. Khitan dilakukan bukan hanya dengan alasan memenuhi syariat Islam. Tapi juga ada alasan medis yang membuatnya begitu penting dilakukan.

Khitan dilakukan dengan memotong sebagian kulit penutup penis. Sehingga keseluruhan glans atau kepala penis terlihat. Di Indonesia, khitan bagi pria dilakukan saat masih berusia anak-anak atau remaja. Biasanya, anak-anak yang hendak dikhitan bakal ketakutan hingga menangis pijar.

Sebaiknya, jangan memaksa anak yang ketahukan untuk berkhitan. Biarkan keinginan berkhitan muncul dari dalam dirinya. Lantas, tahukah Anda berapa usia ideal bagi laki-laki untuk berkhitan? Dari sisi medis, sebenarnya tidak ada usia tertentu bagi laki-laki yang ingin berkhitan. Dengan kata lain, khitan bisa dilakukan kapan saja, asal tidak ada masalah atau indikasi medis tertentu.

"Dari sisi medis, tidak ada usia tertentu yang dipandang optimal untuk melakukan prosedur sirkumsisi," kata Yessi Eldiyani, dokter spesialis bedah anak Rumah Sakit Pondok Indah, seperti dikutip dari Liputan 6, Rabu (3/7/2019).

Orang tua biasanya membawa anak mereka khitan sejak kecil dengan alasan tertentu. Selain indikasi medis, hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko infeksi saluran kemih. Nah, tahukah Anda apa manfaat khitan? Simak uraian yang dihimpun dari Mayo Clinic berikut:

Khitan membuat pria lebih mudah mencuci alat vitalnya, sehingga kebersihannya selalu terjaga. Sedangkan pria yang tidak disunat bakal sulit membersihkan bagian intim karena tertutup kulup. Khitan juga mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Sebab, bagian kulup yang menjadi sarang kuman dihilangkan.

Risiko terkena penyakit menular seksual termasuk HIV pada pria berkurang jika berkhitan. Sunat juga mencegah terjadinya masalah pada penis. Salah satunya peradangan kepala penis karena kulup sulit ditarik ke atas.

Meski demikian, berkhitan tidak memengaruhi fungsi serta gairah seksual pria. Sunat juga tidak berpengaruh pada kesuburan pria. Khitan berperan menjaga kesehatan penis dengan mencegah berbagai jenis penyakit yang mungkin menyerangnya.