Sutopo Tidak Merokok, Kok Bisa Kena Kanker Paru-Paru?

Ilustrasi kanker paru/paru (klikdokter.com)
09 Juli 2019 08:00 WIB Newswire Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau Pusdatin BNPB, meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) dini hari di Guangzhou, China. Sejak akhir 2017 Sutopo divonis terkena kanker paru-paru stadium 4.

Pria asal Boyolali yang akrab disapa Pak Topo ini meninggal saat menjalani pengobatan kanker paru-paru di Guangzhou. Sejak awal kabar Sutopo divonis kanker paru-paru sudah cukup mengejutkan. Pasalnya, Sutopo mengklaim bahwa tidak pernah merokok dan selalu makan sehat.

Bahkan keluarga Sutopo juga tidak pernah ada yang menderita kanker paru-paru. Karena itu, Sutopo sempat kaget ketika pertama kali mendengar divonis kanker paru-paru stadium 4.

"Awalnya shock karena saya tidak merokok, genetik tidak ada dan makan sehat. Tapi saya pikir ya sudahlah. Ini garis hidup saya. Saya jalani saja dengan ikhlas," kata Sutopo, Selasa (13/2/2018) sebagaimana dikutip Suara.com.

Kebiasaan merokok memang meningkatkan risiko kanker paru-paru, tapi bukan berarti orang yang tidak merokok terbebas dari penyakit ini. Melansir dari American Cancer Society, kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok bisa disebabkan oleh paparan radon, asap rokok, polusi udara atau faktor lainnya.

Paparan di tempat kerja yang berhubungan dengan asbes, asap diesel atau bahan kimia tertentu juga meningkatkan risiko kanker paru-paru pada orang tidak merokok.

Kasus kanker paru-paru pada orang non-perokok seringkali berbeda dengan kasus kanker paru-paru pada perokok aktif. Umumnya, kanker paru-paru pada non-perokok menyerang orang lebih muda.

Kanker paru-paru pada non-perokok memiliki perubahan gen tertentu yang berbeda dari tumor orang perokok.

Melansir dari hellosehat.com, mutasi gen juga termasuk salah satu penyebab orang yang tidak merokok berisiko kanker paru-paru.

Banyak penelitian telah menemukan penyebab sel-sel berubah menjadi kanker dan perbedaan sel-sel kanker paru-paru pada perokok serta non-perokok.

Clinical Cancer Reasearch menjelaskan jenis mutasi gen tertentu lebih umum pada kanker paru-paru non-perokok.

Mutasi ini mengaktifkan gen yang biasanya membantu sel-sel tumbuh dan membelah. Mutasi menyebabkan gen hidup terus-menerus, sehingga sel-sel kanker paru-paru tumbuh lebih cepat.

Sumber : Suara.com