WHO: Bubble di Milk Tea Tidak Baik bagi Kesehatan

Bubble tea (Reuters)
13 Juli 2019 18:00 WIB Septina Arifiani/Egitya Eryaningwidhi Lifestyle Share :

Solopos.com, THAILAND – Studi yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kadar gula dalam bubble tidak aman. Hampir semua komposisi bubble yang biasa dicampurkan di milk tea melebihi batas asupan gula yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (11/7/2019).

Bubble atau yang biasa disebut mutiara [pearl] berbahan dasar dari tepung tapioka, pewarna makanan moka, dan air gula. Rasa manis dari gula membuat nikmat bubble jika dipadukan dengan minuman dingin kekinian seperti thai tea, matcha, latte, milk tea, dan lain-lain.

Untuk mengetahui kandungan gula dalam bubble, WHO melakukan sebuah penelitian di salah satu negara, yakni Thailand. Mereka mengambil 25 sampel dari merek yang berbeda pada Mei 2019 lalu untuk dilakukan uji kalori, gula, lemak, dan pengawet.

Dilansir dari situs Bangkok Post, Jumat (12/7/2019), hasil penelitian menunjukkan hanya dua merek yang memiliki kadar gula lebih rendah dari batas asupan gula yang direkomendasikan WHO, yakni KOI Thé dan TEA 65°. Namun, WHO mengatakan pengujian tersebut belum mencakup semua merek yang berjumlah ratusan.

Mereka mengimbau masyarakat lebih memperhatikan jumlah kadar gula yang dikonsumsi setiap hari, karena mengonsumsi gula berlebih menyebabkan obesitas maupun masalah kesehatan lainnya.