80% Orang Singapura Gila Kerja

Ilustrasi kerja, ilustrasi kantor, ilustrasi kerja malam
15 Juli 2019 01:00 WIB Ginanjar Saputra Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO — Bekerja berlebihan mungkin membuat sebagian orang merasa frustrasi dan stres. Namun hal itu tampaknya tak dialami bagi sebagian besar orang yang tinggal di Singapura.

Hasil survei terbaru dari Singapore Work Happy Survey menunjukkan 80% orang yang tinggal di Singapura senang menjadi workaholic atau pecandu kerja. Hanya 20% orang Singapura yang mengaku tak senang jika harus kerja berlebihan.

Dilaporkan Next Shark, Jumat (12/7/2019), survei itu melibatkan 1.328 profesional yang bekerja di berbagai bidang dan berbagai tingkatan. Survei itu juga menyoroti budaya kerja di Singapura yang berlebihan.

Sebanyak 70% orang responden mengatakan mereka kerap kali harus lembur. Sementara itu, ada 84% dari mereka yang mengaku harus lembur karena bagian dari perjanjian pekerjaan.

Untuk setengah dari responden, perangkat yang disediakan oleh perusahaan berdampak positif bagi mereka. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk memiliki pengaturan kerja yang fleksibel.

Direktur Pelaksana Michael Page Singapura, Nilay Khandelwal, mengatakan perusahaan memang seharusnya menerapkan kebijakan keseimbangan antara pekerjaan dan perangkat untuk memungkinkan meningkatkan kemampuan pekerjanya.

"Keseimbangan kehidupan kerja adalah pertimbangan penting bagi semua profesional di Singapura. Sukses di tempat kerja sekarang ditentukan oleh apa yang dapat Anda capai, baik di dalam maupun di luar kantor," katanya.

Menariknya, bahkan dengan fleksibilitas yang ditawarkan, 91% responden mengakui mereka hanya menghabiskan waktu kurang dari satu jam untuk urusan pribadi asat kerja. Para responden mengaku lebih suka fokus pada pekerjaan ketimbang urusan pribadi.