Tak Lagi Entrepreneur, Kini Eranya Solopreneur

Ilustrasi - Pinterest
18 Juli 2019 12:00 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA — Selama 5-10 tahun terakhir kita mendengar istilah baru dalam dunia usaha, yakni solopreneur. Istilah ini menggambarkan tentang seseorang yang memulai bisnis dengan dirinya sendiri secara kreatif dan bersedia mengambil risiko besar.

Esensi dari solopreneur adalah mereka melakukannya sendiri alias solopreneur.

Menurut laporan Money Inc, solopreneurship telah berkembang dengan pesat dan saat ini jutaan orang cocok dengan sistem usaha seperti ini. Banyak orang yang memutuskan untuk melakukan solopreneur dan ternyata pertumbuhannya sangat pesat. Di Amerika Serikat, diperkirakan terdapat 40 juta pekerja independen sepanjang 2019.

Orang yang menekuni solopreneur biasanya memulai bisnis berbasis Internet, di mana mereka mencari cara untuk menjalankan bisnis sendiri. Solopreneur memungkinkan Anda bekerja dari rumah, hanya di depan laptop atau ponsel Anda.

Bisnis yang memungkinkan untuk solopreneur biasanya berkaitan dengan hal-hal yang kreatif seperti penulis blog, toko online, sofware engineer, desainer, desainer grafis, perancang busana, personal trainer, konsultan bisnis, penyedia katering, fotografer, videografer, dan sebagainya. Berkat maraknya media sosial, peluang untuk meraih cuan dalam bisnis solopreneur juga makin besar.

Menjadi solopreneur sangat menarik bagi banyak orang karena waktu bekerja yang bebas, sesuai dengan jadwalnya sendiri. Hal ini juga memungkinkan pekerja solopreneur untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga.

Sebaliknya, untuk penggila kerja, menjadi solopreneur dapat menjadi pendorong untuk mencapai tujuan karena tidak ada yang mengaturnya kecuali diri sendiri. Tidak saja menjadi individu yang cerdas dan kreatif, pekerja solopreneur mendapatkan kebebasan untuk bekerja sesuai dengan gaya dan lingkungan kerja yang diinginkannya.

Akan tetapi kelemahan dari solopreneur adalah kebanyakan pelakunya merasa kesepian karena bekerja sendiri tanpa interaksi dengan orang lain. Jika Anda seorang solopreneur, pastikan untuk menyeimbangkannya dengan waktu untuk tatap muka dengan orang lain.

Sumber : Bisnis.com