Tips Membesarkan Anak Introvert

Seorang anak sedang bermain di luar ruangan. - Istimewa
20 Juli 2019 17:30 WIB Agne Yasa Lifestyle Share :
 
 
Solopos.com, JAKARTA -- Setiap anak memiliki memiliki kepribadian yang beragam. Bagi orang tua, penting memahami kondisi anak untuk membantu dan mendukungnya tumbuh menjadi sosok terbaiknya. 
 
Beberapa anak mungkin terlahir dengan kepribadian introvert. Namun, ada salah kaprah tentang introvert yang sering diartikan sebagai anak pemalu. Padahal introvert dan pemalu bukan hal yang sama. Jika anak Anda adalah seorang introvert, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantunya, seperti dilansir dari situs verywellfamily
 
Pahami apa sebenarnya introvert atau introversion
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memahami apa introvert atau introversion itu. Melalui upaya ini, orang tua akan mengetahui kemungkinan yang dapat muncul. Orang tua kadang menjadi terlalu khawatir ketika anaknya senang menyendiri atau mengurung diri di kamar dan tidak mau berbicara apa terkait perasaannya. 
 
Namun, hal ini kadang disalahartikan sebagai depresi. Benar bahwa perilaku demikian dapat menjadi tanda depresi namun dalam kasus ini, yang dilihat adalah perubahan perilaku. Introversion bukanlah respons dari pengaruh luar, ini adalah sifat kepribadian. Dengan kata lain, seorang anak yang ekspresif dan mudah bersosialisasi yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam, bukan berarti menjadi seorang introvert. 
 
Hargai Pilihan Anak Anda
Ketika orang tua lebih memahami introversion dan bagaimana seorang introvert itu, maka akan lebih baik dalam mengenali pilihan anaknya. Ketika itu, orang tua harus menghargai preferensi anaknya. Misalnya, ketika anak hanya memiliki hanya beberapa teman dekat, di saat anak lain memiliki lebih banyak teman, orang tua jangan terlampau khawatir. 
 
Ini menjadi salah satu ciri anak introvert, yaitu lebih nyaman dengan lingkaran pertemanan yang kecil, bukan berada di grup penuh dengan orang. Jumlah teman yang sedikit bukan selalu berarti sebagai indikasi anak tersebut mengalami masalah bersosialisasi. 
 
Memaksa anak untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak lain dan mendorongnya ke dalam lebih banyak hubungan hanya akan menguras lebih banyak energi yang membuat anak lebih mudah marah. Lebih baik, orang tua membiarkan anaknya memimpin siapa yang dia inginkan sebagai teman dan berapa banyak waktu dia ingin menghabiskan waktu bersama mereka. 
 
Terima dan Dukung Anak Anda
Menerima Anak Anda sama seperti menunjukkan Anda sebagai orang tua mencintainya. Jika Anda membuatnya merasa bahwa perilakunya tidak normal dan merupakan masalah, itu akan diterjemahkan anak dengan cara yang tidak diinginkan. Anak bisa mulai percaya ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Ketika orang tua mencoba untuk mengubahnya ke sesuatu yang bukan anak tersebut, dapat diartikan orang tua tidak mencintai mereka. 
 
Ketika orang tua memahami sifat introvert anaknya, mereka juga butuh dukungan dari orang tuanya untuk  merasa nyaman dengan dirinya. 
 

Sumber : Bisnis.com