Tahukah Anda? Efek Nikmat Sabu-Sabu Hanya Sementara

Ilustrasi narkoba. (Solopos/Whisnu Paksa)
21 Juli 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Nunung Srimulat menambah daftar panjang artis yang terjerat kasus narkoba. Komedian bernama asli Tri Retno Prayudati itu ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bersama suaminya, di kediamannya kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Kini, polisi telah resmi menetapkan Nunung sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, Nunung Srimulat dan suaminya telah menjalani tes urine dan hasilnya positif mengonsumsi narkoba. Kepada polisi, Nunung mengaku telah mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu sejak lima bulan terakhir.

Sebenarnya, tahukah Anda seperti apa rasa narkoba dan kenapa banyak orang menggunakannya, termasuk artis, meski telah dilarang? Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Shilvya Febrina Irawan, menjelaskan, pemakai narkoba [dalam kasus ini artis atau komedian] mendapatkan informasi yang salah terkait barang haram tersebut. Narkoba diharapkan membantu komedian tampil lucu dan selalu menghibur di setiap kesempatan.

Mereka yang menggunakan [narkoba] mengaku mendapatkan efek positif, sehingga menarik korban lain untuk ikut mengonsumsinya. Padahal, info ini salah. Karena dampak sabu-sabu hanya sementara, sebelum berdampak buruk kepada penggunanya,” terang Shilvya Febrina Irawan seperti dilansir Detik, Sabtu (20/7/2019).

Sabu-sabu merupakan narkoba golongan I yang berisiko paling besar mengakibatkan ketergantungan. Namun, efek adiksinya berbeda pada setiap pengguna. Shilvya menjelaskan, dalam beberapa kasus ada orang yang langsung ketagihan meski baru sekali memakai sabu-sabu. Namun, ada juga yang mampu melepaskan diri meski sudah menggunakan sabu-sabu sebanyak tiga hingga empat kali.

Meski efek adiksi setiap orang berbeda, mengonsumsi sabu-sabu secara terus-menerus menimbulkan ketergantungan. Bahkan, ketergantungan pada sabu-sabu bisa mengakibatkan kerusakan organ hingga kematian. Namun, dampak tersebut tidak langsung dirasakan pengguna narkoba.

Itulah sebabnya Shilvya mengimbau masyarakat menjauhi sabu-sabu dan jenis narkoba lainnya. Narkoba hanya memberikan efek “nikmat” sesaat untuk memacu adrenalin, stamina, hingga rasa percaya diri.

Efek narkoba tidak lama, karena pada akhirnya tubuh tetap merasa lelah. Konsumsi sekali penasaran, cuma coba-coba, berisiko menimbulkan ketergantungan yang mengakibatkan kematian,” pungkas Shilvya Febrina Irawan.