Anak Suka Pilih-Pilih Makanan, Salah Orang Tua?

Ilustrasi memperkenalkan makanan pada anak (Freepik)
24 Juli 2019 03:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Fenomena anak yang suka pilih-pilih makanan merupakan hal yang sangat sering ditemui. Anak-anak memang biasanya hanya ingin makan yang itu-itu saja. Kebiasaan anak memilih makanan disebut dengan istilah picky eater.

Dikutip dari Pop Sugar, Selasa (23/7/2019), sejumlah jurnal gizi menyebut anak dengan kondisi picky eater cenderung bakal kekurangan gizi. Sebab, si anak hanya akan mendapatkan nutrisi tertentu dari makanan yang disantapnya. Biasanya dia bakal kekurangan asupan nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. kondisi seperti inilah yang meningkatkan risiko anak terkena stunting.

Stunting adalah kondisi anak gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Pertumbuhan anak yang mengalami stunting biasanya tidak seperti anak seusianya. Sebagai solusi, biasanya orang tua memberikan susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Namun, apakah ini merupakan cara yang tepat? Lantas, tahukah Anda apa penyebab seorang anak menjadi picky eater?

Dikutip dari Life Strong, anak menjadi seorang picky eater karena meniru orang tua. Kebiasaan orang tua menjadi hal yang paling mudah ditiru oleh anak. Sebab, anak bergaul dengan orang tua setiap hari. Jadi, jika orang tua gemar memilih makanan, maka anak pun akan melakukan hal yang sama.

Sederhananya, jika orang tua ingin anak makan sayur dan buah, orang tua harus memberikan contoh terlebih dahulu. Cukup mustahil membuat anak suka makan sayur dan buah jika orang tuanya tidak. Sebab, orang tua menjadi role model bagi anak di rumah.

Memberikan susu kepada anak yang suka memilih makanan bukan solusi terbaik. Susu hanya membuat anak kenyang sesaat. Namun, susu tidak mampu melengkapi kekurangan asupan nutrisi di dalam tubuh anak. Jadi, pastikan Anda memperkenalkan anak dengan berbagai jenis makanan guna mencegahnya menjadi picky eater.