Hasil Penelitian: Seperti Alkohol, Bersetubuh Tidak Bisa Mengatasi Hipotermia

Ilustrasi orang hipotermia (Freepik)
25 Juli 2019 23:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO -- Belakangan ini, beredar cerita tentang cara menangani pendaki gunung yang mengalami hipotermia dengan cara disetubuhi. Selama ini, kebanyakan orang percaya bersetubuh mampu menyelamatkan nyawa orang yang terkena hipotermia. Namun, tahukah Anda apakah cara tersebut benar?

Hipotermia merupakan musuh pendaki gunung yang harus diwaspadai. Sebab, dalam kondisi terburuk, hipotermia bisa menyebabkan kematian. Dikutip dari News Track Live, Kamis (25/7/2019), hipotermia adalah kondisi menurunnya suhu tubuh yang cukup ekstrem akibat paparan udara dingin.

Suhu tubuh manusia normal biasanya berkisar 35,5-37,5 derajat Celsius agar bisa bekerja dengan normal. Jika di bawah itu, kinerja tubuh akan terganggu bahkan dalam kondisi ekstrem menyebabkan kematian.

Saat terpapar udara dingin, sebagian besar panas tubuh keluar dari kulit dan sisanya dikeluarkan lewat paru-paru. Hilangnya panas tubuh dari kulit ini menyebabkan radiasi yang dipercepat saat kulit terpapar angin. Dalam kondisi ini, panas tubuh bisa 25 kali lebih cepat hilang. Respons paling umum dari tubuh yang terpapar udara dingin adalah menggigil.

Dalam kondisi normal, aktivitas jantung dan hati memproduksi sebagian besar panas tubuh. Namun, saat terpapar udara dingin, kedua organ ini memproduksi panas yang lebih sedikit. Akibatnya memperlambat aktivitas otak, pernapasan, dan detak jantung.

Gejala paling umum dari orang yang mengalami hipotermia adalah napas lambat, bingung, kelelahan, meracau, tubuh bergetar, detak jantung melambat, hingga kehilangan kesadaran. Sebenarnya, ada cara sederhana mengatasi hipotermia, mulai dari melepas pakaian basah, berlindung ke tempat kering, memakai pakaian tebal, konsumsi minuman hangat tetapi bukan yang mengandung kafein dan alkohol, hingga berpelukan (skin to skin).

Skin to skin merupakan cara mendapatkan panas dengan mendekatkan tubuh ke orang lain. Gesekan antara kulit dengan kulit memang mampu mentransfer panas. Namun, sampai saat ini belum ada hasil penelitian yang membuktikan bersetubuh mampu menyelamatkan nyawa seseorang dari kematian akibat hipotermia.

Sejumlah peneliti membantah hubungan seks mampu meredakan kondisi hipotermia. Tidak seperti kepercayaan banyak orang selama ini. Seks sebenarnya tidak menghasilkan panas. Melainkan hanya memberi sensasi panas ke tubuh. Sama seperti efek minum alkohol.