Rajin Mendermakan Darah Bikin Tubuh Lebih Sehat

Donor darah. - Dok. Kementerian Kesehatan
26 Juli 2019 13:30 WIB Eva Rianti Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA – Mendermakan darah merupakan salah satu upaya membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Sebenarnya mendermakan darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima darah, tetapi juga bagi si donor darah.

Manfaat yang dirasakan oleh donor darah berupa efek bagi kesehatan tubuhnya. Salah satunya, transfusi darah bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Berikut beberapa manfaat kesehatan utama bagi donor darah, dilansir dari Medicaldaily:

Mengurangi risiko penyakit jantung

Manfaat utama transfusi darah adalah mengurangi risiko penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, sekitar 88% dari total donor darah lebih kecil kemungkinannya untuk menderita serangan jantung dan sekitar 33% lebih kecil kemungkinannya menderita segala jenis penyakit kardiovaskular.

Berfungsi sebagai pemeriksaan medis

Ada begitu banyak manfaat kesehatan yang luar biasa dari mentransfusikan darah, salah satunya adalah Anda harus menjalani pemeriksaan medis. Siapapun yang ingin mendonorkan darah harus diuji terlebih dahulu karena hanya mereka yang cukup bugar yang dapat mendonorkan darah.

Sebagai hasilnya, Anda harus memeriksakan hemoglobin, mengukur denyut nadi serta tekanan darah. Ini adalah cara yang bagus untuk memeriksa apakah Anda memiliki kondisi kesehatan yang harus diwaspadai.

Membantu membakar kalori

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah mendonorkan darah dapat membakar kalori? Ya, ternyata bisa.

Bahkan, satu kali transfusi darah memungkinkan donor membakar hingga 650 kalori. Ini karena ketika Anda mendonasikan darah, tubuh Anda harus bekerja keras untuk mengisi sendiri.

Menghilangkan zat besi dari tubuh

Seseorang yang mendonorkan darah cenderung mengeluarkan sekitar 225 hingga 250 mg zat besi dari tubuh. Ini akan mengurangi risiko komplikasi kesehatan.

Ini terbukti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association. Penelitian ini menunjukkan bahwa donor reguler cenderung memiliki lebih sedikit stroke dan serangan jantung.

Sumber : Bisnis.com