Kiat Menjaga Kesehatan Jemaah Haji di Tengah Suhu Ekstrem Arab Saudi

Ibadah haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (Reuters)
27 Juli 2019 18:00 WIB Ria Theresia Situmorang Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Jemaah haji asal Indonesia rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi cuaca di Tanah Suci yang terbilang ekstrem. Selain itu, perjalanan panjang selama 9 jam di pesawat membutuhkan adaptasi sehingga jemaah haji Tanah Air harus mempersiapkan stamina secara baik.

“Jemaah saya minta banyak makan buah-buahan dan sesering mungkin minum air zamzam. Jemaah juga harus bisa mengendalikan kondisi kesehatannya. Hindari lelah yang berlebihan,” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusup Singka, dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima Bisnis.com/JIBI, Jumat (12/7/2019).

Saat melakukan penyuluhan kesehatan kepada jamaah haji Kloter JKS 03 di Sektor 2 Madinah, pada Rabu (10/7/2019) pagi waktu setempat, petugas kesehatan haji dari Tim Promotif Preventif (TPP) Kemenkes 2019 menyampaikan kiat berhaji sehat. 

Salah seorang anggota TPP, Siti Kunjanaeni, menekankan perhatian pada keadaan lingkungan di Tanah Suci yang berbeda dengan Tanah Air, khususnya pada suhu yang sangat panas dan kelembapan rendah. 

Kondisi ini tentu bisa berakibat pada dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Oleh sebab itu ia selalu mengingatkan para jemaah tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD).

“Kelembaban sangat kering sehingga gampang terjadi mimisan dan tanpa kita sadari dehidrasi. Jadi kita menyarankan semua jemaah setiap kali keluar pondokan harus pakai APD,” ujar dia.

Bagi jemaah haji yang punya penyakit kronis bawaan juga dianjurkan agar mengonsumsi obat secara teratur yang waktunya disesuaikan dengan waktu Arab Saudi. Begitu juga waktu konsumsi makanan katering yang tertera batasan jam makan pada kemasannya.

Anggota TPP lainnya, Mona, juga menyampaikan materi tentang pengaturan siklus haid. Menurutnya, pengendalian hormon kewanitaan ini penting agar para jemaah haji wanita dapat berhaji dengan tenang.

Terakhir, Mona berpesan bila ada jemaah yang mengalami masalah kesehatan segera menghubungi atau berkonsultasi dengan dokter kloternya.

Sumber : Bisnis.com