Sate Kere, Kuliner Solo Favorit Presiden Jokowi yang Kaya Rasa

Ilustrasi sate kere (Instagram/thoryc.id)
28 Juli 2019 03:00 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Sate kere merupakan salah satu kuliner khas Solo yang sangat populer. Berbeda dari olahan satai lainnya, sate kere dibuat dari tempe gembus yang diberi bumbu kacang dan kecap manis. Rasa pedas, manis, gurih, dan asin, berpadu dalam saus kacang nan lezat sate kere.

Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Solo, Sabtu (27/7/2019), sate kere dibuat dari tempe gembus yang berbahan dasar ampas tahu. Seporsi sate kere biasanya disajikan dengan satai jerohan sapi, mulai dari paru, limpa, hati, usus, ginjal, babat, hingga torpedo. Sate kere merupakan salah satu makanan favorit keluarga Presiden Joko Widodo.

Rasa tempe gembus sebenarnya tak berbeda jauh dari tempe kedelai. Hanya saja teksturnya lebih halus karena diolah dari ampas tahu. Tempe gembus dan aneka jerohan ini dibacem terlebih dahulu dengan bumbu berupa bawang putih, bawang merah, ketumbar, gula jawa, asam jawa, kecap, kemiri, serta daun salam.

Setelah itu, tempe gembus dipanggang layaknya satai dan disiram bumbu kacang. Bumbu kacang ini menjadi komponen penting yang menunjang cita rasa sate kere. Rasa bumbu kacang pada sate kere ini tak berbeda jauh dengan sambal pecel. Hanya saja pada sate kere diberi tambahan kecap manis.

Meski terbuat dari bahan sederhana, rasa sate kere boleh diadu dengan makanan lainnya. Makanan ini sangat kaya rasa. Lantas, kenapa namanya sate kere?

Konon, sate kere telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pada zaman itu, satai merupakan salah satu makanan mewah bagi kaum pribumi. Mereka yang tidak bisa membeli daging karena harganya mahal mengolah tempe gembus menjadi satai.

Harga tempe gembus yang murah itulah menjadi cikal bakal nama kuliner Solo sate kere. Sederhananya, dulu sate kere hanya dinikmati kaum pribumi yang miskin. Selain itu, kuliner Solo yang satu ini merupakan wujud perlawanan kalangan pribumi kepada bangsawan dalam budaya feodal.

Kuliner Solo yang sarat makna tersebut masih eksis hingga saat ini. Penjual sate kere cukup mudah dijumpai di Kota Solo, dari warung gedongan hingga pedagang kaki lima. Meski namanya sate kere, harga seporsi makanan ini tidak murahan. Seporsi sate kere biasanya dijual sekitar Rp10.000 hingga Rp30.000.