Ayah Bunda, Biarkan Si Kecil Pilih Bajunya Sendiri

Ilustrasi (Webmd)
29 Juli 2019 13:15 WIB Wike Dita Herlinda Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Salah satu keasyikan orang tua yang memiliki anak kecil adalah mendandani si buah hati sesuai selera dan kesukaan ibu atau ayahnya. Orang tua biasanya memilihkan busana untuk anaknya sejak kecil, serta menentukan seperti apa model pakaian yang dirasa cocok untuk anaknya.

Sayangnya hal itu terkadang membuat orang tua pun lupa bahwa anak-anak bukanlah dress-up doll atau boneka yang bisa digonta-ganti kostumnya. Sehingga, saat si kecil mulai mengekspresikan seperti apa baju yang mereka sukai, malah para orang tua menganggapnya remeh.

Padahal, fase menentukan pilihan sendiri adalah salah satu tahapan sehat dalam proses tumbuh kembang anak. Memang, anak kecil masih belum boleh menentukan hal-hal krusial. Namun, keputusan sederhana seperti memilih baju adalah hal yang seharusnya dimaklumi.

Pakar tumbuh kembang anak di Williams College, Massachusetts, Susan Engel, mengatakan hal sepele seperti membebaskan anak menentukan selera berpakaian adalah salah satu strategi yang bisa digunakan untuk mengasah kreativitas dan kemandirian si kecil.   

Anak-anak, khususnya balita, memang tidak terlalu peduli pada penampilan. Mereka hanya memakai pakaian yang dirasa nyaman. Namun, seiring dengan masa pertumbuhan, mereka akan belajar memilih pakaian lebih dari sekadar mencari kenyamanan.

“Saat anak beranjak besar, mereka mulai rela menggunakan pakaian dengan bahan yang kaku yang kurang nyaman atau memakai kaus dengan tulisan tertentu yang menurut mereka keren,” papar Engel, dikutip dari Reuters baru-baru ini.

Sejak anak berusia 5—6 tahun, ada baiknya orang tua mulai membiasakan buah hatinya untuk menentukan baju pilihannya. Bagaimanapun, tetap bantu mereka memilih busana dengan memperhatikan keamanan bahan, ritsleting, label, atau kantong.

“Jangan langsung memutuskan pakaian untuk anak Anda. Mintalah pendapatnya sebelum membeli. Jika ternyata dia lebih menyukai kaus oblong atau sweatshirt, belilah dalam beberapa warna yang berbeda,” saran Engel.

Terlalu Norak

Terkadang, orang tua berpendapat baju pilihan anaknya tidak serasi atau terlalu norak. Jika hal itu terjadi pada anak Anda, jangan langsung memarahinya. Biarkan anak merasa puas dan nyaman dengan baju yang dirasanya bisa membuatnya tampil lebih keren.

“Tidak masalah jika anak-anak membuat beberapa fashion missteps. Jika anak Anda memilih memakai baju yang aneh atau norak dan ada orang lain yang menggoda/mengoloknya, itu akan menjadi momentum pembelajaran baginya. Dia akan memilih secara mandiri apakah harus mengganti pakaiannya atau bertahan dengan pilihannya untuk tampil beda,” ungkap dia.

Pakar tumbuh kembang anak Robin Goldstein menambahkan anak-anak—sebagaimana orang dewasa—menggunakan fesyen untuk membentuk citra yang ingin mereka perlihatkan pada dunia.

“Anak-anak melihat apa yang dipakai teman-temannya. Jadi, mereka akan merasa penting untuk memiliki sepatu atau tas yang sedang tren di kalangan teman sekolahnya agar bisa merasa ‘menyatu’ dengan lingkungannya,” tulisnya dalam buku The Parenting Bible.

Bagi banyak anak, memilih busana membantu mereka memosisikan diri di lingkungan sosial atau sekolahnya. Jadi, lanjutnya, daripada memaksakan selera berpakaian orang tua pada anak, biarkan anak menentukan belanjaannya sendiri.

Meskipun demikian, orang tua tetap harus menentukan standar berpakaian untuk anaknya. Pastikan apa pun baju yang dipilih anak tetap layak, sopan, dan sesuai usia mereka, serta nyaman untuk lingkungan dan cuaca.

“Jelaskan juga bahwa pada acara-acara tertentu akan ada pengecualian di mana mereka harus menurut orang tua untuk tampil lebih rapi. Bedakan koleksi baju mereka ke dalam rak yang diberi label baju main, baju sekolah, dan baju pesta,” paparnya.

Sebagai tip tambahan, untuk menghindari anak menghabiskan banyak waktu memilih pakaian di pagi hari sebelum berangkat sekolah, biasakan dia untuk memilih baju favoritnya pada malam sebelumnya.   

Sumber : Bisnis.com