Terungkap, Ini Manfaat Punya Adik Bagi Kesehatan Anak

Ilustrasi kakak beradik (freepik)
05 Agustus 2019 16:20 WIB Wike Dita Herlinda Lifestyle Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Di era modern ini tak sedikit keluarga muda memilih untuk hanya memiliki satu orang anak. Hal itu didasari alasan kepadatan aktivitas bekerja yang menyita waktu para orang tua sehingga mereka merasa tak cukup mampu untuk membesarkan lebih dari satu anak.

Jika Anda baru saja menikah dan berencana untuk hanya memiliki satu momongan, sebaiknya pertimbangkanlah kembali niatan tersebut. Sebab nyatanya banyak manfaat yang dapat diperoleh buah hati Anda dengan kehadiran seorang adik.

Fakta mengungkap selain baik bagi tumbuh kembang psikologis mereka, kehadiran adik sangat berguna untuk meningkatkan kesehatan jasmani mereka.

Sebuah penelitian dari A.U.S mendapati temuan anak-anak yang memiliki adik cenderung terhindar dari risiko obesitas saat menginjak kelas satu sekolah dasar. Lantas, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Peneliti kesehatan masyarakat dari University of Michigan Julie Lumeng mengatakan anak yang tidak memiliki adik hingga menginjak kelas satu SD, tiga kali lipat berisiko terjangkit obesitas ketimbang anak yang punya adik saat berusia tiga atau empat tahun.

Namun perlu diperhatikan, studi tersebut tidak ditujukan untuk membuktikan menjadi anak tunggal dapat mengakibatkan obesitas, dan tidak pula dialamatkan untuk membuktikan bahwa kehadiran seorang adik dapat menjaga berat badan seorang anak.

Studi tersebut mengungkap sebuah fenomena bahwa kebanyakan orang tua secara tidak disadari akan mengubah pola hidup keluarganya setelah momongannya bertambah.

Untuk diketahui, studi A.U.S. dilakukan terhadap 697 anak usia 0-6 tahun. Pada usia 6 tahun, anak-anak yang masih belum punya adik terpantau kelebihan berat badan dibandingkan teman-temannya yang sudah punya saudara.

Tapi studi tersebut mengeliminasi indikator objektif, seperti berat badan ketika lahir, kemungkinan perceraian orang tua, maupun kemungkinan pindah rumah dan pengangguran di dalam keluarga, yang semuanya turut memberi dampak pada risiko obesitas.

Lebih lanjut, Julie Lumeng menjelaskan kehadiran seorang adik di dalam sebuah keluarga biasanya membuat anak yang lebih tua menjadi lebih aktif.

"Misalnya, mereka menjadi lebih banyak berlarian untuk bermain bersama adik mereka. Kebiasaan lainnya misalnya mengajak adik pergi ke taman atau berjalan-jalan untuk bermain." ungkap Julie, dikutip dari Reuters baru-baru ini.

Yang jelas, ungkap Julie, mereka akan menjadi lebih aktif terlibat permainan dengan adiknya, ketimbang hanya menghabiskan waktu berdiam diri atau menonton televisi sendiri.

Rutinitas lain yang bisa berubah dengan kehadiran seorang adik adalah kebiasaan atau pola makan. Orang tua dengan anak tunggal seringkali terlalu fokus atau terlalu mengontrol apa yang dimakan oleh anak semata wayang mereka.

Peneliti University of Minnesota Jerica Berge menjelaskan sikap yang terlalu restriktif dan overprotektif terhadap anak tunggal tersebut justru akan membuat pola makan anak memburuk, sehinga membuka lebar risiko obesitas pada anak.

Sebaliknya, dengan kehadiran seorang adik, para orang tua bisa membagi fokusnya kepada lebih dari satu anak dan melonggarkan pengawasan mereka pada salah satu anak. Akibatnya, anak akan terpacu untuk membuat pola makannya sendiri.

"Pola makan yang diatur sendiri oleh sang anak biasanya berujung pada trayektori berat badan yang lebih sehat pada anak yang memiliki adik, dibandingkan pada anak tunggal," imbuh Jerica.

Direktur American Academy of Pediatrics Institute for a Healthy Childhood Weight, Sandra Hassink, menjelaskan faktor lain yang mungkin berdampak pada obesitas anak adalah berat badan orang tua, diabetes maternal, asupan air susu ibu (ASI), pola makan keluarga, rutinitas sebelum tidur, aktivitas fisik, dan pengenalan dini terhadap makanan padat.

Jika selama ini Anda sudah banyak mendengar manfaat psikologis dari memiliki adik pada buah hati Anda, studi tersebut mengungkap satu lagi manfaat dari memiliki saudara. Selain baik bagi anak sulung, kehadiran adik dapat menuntun kebiasaan keluarga menuju ke arah yang lebih positif.

Sumber : Bisnis.com