Menginap, Berwisata, Sambil Belajar Hidroponik di Oemah Djowo Sarangan, Asyik Kan?

Oemah Jowo Sarangan yang menawarkan konsep wanawisata eco-green di Sarangan, Magetan. (Solopos - Sri Sumi Handayani)
08 Agustus 2019 07:00 WIB Sri Sumi Handayani Lifestyle Share :

Solopos.com, MAGETAN -- Ingin menginap, berwisata, dengan sajian makanan sehat langsung dari kebun, plus belajar bertanam hidroponik? Oemah Djowo Sarangan tempanya. 

Oemah Djowo Sarangan menawarkan konsep wisata eco-green dengan fasilitas restoran, penginapan, dan lokasi budidaya hidroponik sayur dan buah. Oemah Djowo Sarangan berada di Jalan Raya Sarangan No. 1 RT 001/RW 001, Dukuh Candiroto, Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. 

oemah jowo saranganPintu gerbang Oemah Djowo Sarangan. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Oemah Djowo Sarangan mengelola lima hektare lahan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur. Pemilik Oemah Djowo Sarangan, Feria Etikawati, menyampaikan Oemah Djowo Sarangan mendapat izin mengelola hutan dengan konsep eco-green berbasis hidroponik.

"Wanawisata dengan konsep eco-green berbasis hidroponik. Restoran menyajikan menu sehat, bahan makanan segar dari kebun hidroponik di depan restoran. Sayur dipetik langsung setelah menerima pesanan lalu diolah," kata Feria saat dijumpai Solopos.com belum lama ini.

Kebun hidroponik di Oemah Djowo Sarangan berisi selada merah, stroberi, kailan, dan lain-lain. Konsep eco-green memanfaatkan hutan sebagai "lahan pertanian".  Lahan pertanian yang dimaksud adalah area tanam hidroponik menggunakan paralon sebagai media tanam. 

oemah jowo saranganKebun hidroponik siap memuaskan hasrat berkebun pengunjung Oemah Djowo Sarangan. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Feria membawa misi mengenalkan cara bertanam hidroponik pada lahan terbatas itu sejak Juni 2019. Menu restoran yang ditawarkan adalah nasi dari Rp3.000-Rp14.000 per porsi. 

Segala jenis masakan mi Rp12.000-Rp20.000, bihun dari Rp12.000-Rp14.000, sup dari Rp12.000-Rp30.000, masakan udang dan cumi Rp20.000, ayam Rp12.000-Rp18.000, sayur Rp10.000-Rp15.000, telur Rp3.000-Rp15.000, ikan Rp15.000-Rp50.000, dan lain-lain.

"Saya berkebun hidroponik di rooftop. Nah kenapa tidak diperkenalkan ke orang lain? Respons pasar terhadap konsep eco-green ini bagus. Beberapa datang ke sini belajar hidroponik. Masih gratis ini. Perlahan kami tambah fasilitas lain, seperti camping ground, playground, outbond tradisional dan modern, dan lain-lain. Kami buka bertahap," tutur dia.

Oemah Djowo Sarangan buka setiap hari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pengelola belum mengenakan tiket masuk karena masih masa promosi hingga September 2019. Oemah Djowo Sarangan juga menawarkan penginapan

Hanya satu jenis penginapan yang ditawarkan mulai Rp300.000 hingga Rp350.000 kapasitas dua orang. Oemah Djowo Sarangan sudah menawarkan penginapan melalui online travel OYO Rooms. 

"Kami masih menambah rumah penginapan dengan konsep rumah jawa. Omah jaman dulu, semua bangunan dari kayu bekas. Kami menawarkan sensasi menginap di hutan. Ada 10 kamar. Booking lima kamar, free barbeque," ujar dia.

oemah saranganNuansa rumah tradisional di interior Oemah Djowo Sarangan. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Oemah Djowo Sarangan juga menawarkan tempat selfie dengan konsep foto pawonan. Pengunjung dapat berganti kostum dengan baju kebaya dan baju lurik. 

Pengunjung yang ingin berfoto di antara pepohonan, Oemah Djowo Sarangan dikelilingi pinus tua dan jenis yang tidak ditanam di tempat lain. Pengelola meletakkan hammock di antara pepohonan. 

Jadi, bagi Anda yang ingin menginap di hutan, bercocok tanam, dan kembali ke alam silakan datang ke Oemah Djowo Sarangan.