Mutiara Tapioka di Bubble Tea Sulit Dicerna? Ini Faktanya

Ilustrasi bubble tea (Freepik)
16 Agustus 2019 08:10 WIB Chelin Indra Sushmita Lifestyle Share :

Solopos.com, SOLO – Boba alias mutiara tapioka dalam minuman bubble tea sering dianggap sulit dicerna tubuh dan tidak menyehatkan. Anggapan itu muncul karena boba terbuat dari tepung tapioka yang lengket dan kenyal. Makanan yang lengket dan berbentuk bulatan cukup besar itu diklaim sulit dicerna dan sering mengganjal di kerongkongan.

Tetapi, anggapan soal boba yang sulit dicerna itu ternyata berlebihan. Sampai saat ini, belum ada hasil penelitian yang menyebut boba tidak bisa dicerna sempurna oleh tubuh. Ahli gizi sekaligus Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), Rita Ramayulis, 48, mengatakan, sangat berlebihan jika ada yang berpendapat mutiara tapioka pada bubble tea sampai tidak bisa dicerna sempurna oleh tubuh.

"Tapioka tidak sulit dicerna. Justru gluten atau tepung terigu yang fungsinya membuat kenyal itu malah sulit dicerna. Boba di bubble tea [tapioka] itu nol gluten," jelas Rita Ramayulis seperti dilansir Detik Health, Rabu (14/08/2019).

Mutiara pada bubble tea terbuat dari tepung tapioka. Tepung tapioka adalah tepung pati yang dibuat dari ekstrak umbi singkong. Walaupun berasal dari singkong, tepung tapioka berbeda dengan tepung singkong. Tepung tapioka bersifat larut dalam air, sedangkan tepung singkong tidak dapat larut dalam air. Boba biasa dijual dalam bentuk kering. Untuk menghasilkan mutiara tapioka yang mengembang, kenyal, dan lengket, mutiara itu direbus dengan air yang cukup banyak.

Seperti diketahui, bubble tea digemari karena rasanya yang manis dan segar. Tapi, ternyata mengonsumsi bubble tea terlalu banyak bisa membahayakan tubuh. Perlu diingat, bubble tea terdiri dari teh, susu, mutiara tapioka, juga sirup dengan kandungan gula yang cukup tinggi.

Segelas bubble tea berukuran 330 ml mengandung 50 gram gula yang setara dengan 180 kkal dan seporsi bubble tea bisa mengandung tiga sampai empat sendok makan mutiara atau setara dengan 50-80 kkal. Jadi, dalam segelas bubble tea bisa mengandung 230-260 kkal. Tidak hanya menyumbang kalori, bubble tea juga tak menyumbang nutrisi apapun selain karbohidrat, sedikit mineral, dan vitamin.

Minum bubble tea tak membahayakan jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Tapi perlu diingat, mengonsumsinya secara berlebihan menyebabkan masalah pencernaan. Kadar gula yang tinggi di dalamnya juga dapat menjadi penyebab obesitas. (Atina Firdausa Qisthi/Solopos.com)