SOLOPOS.COM - Ilustrasi salat di masjid (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Khutbah Jumat terakhir bulan Rajab edisi 9 Februari 2024 kali ini membahas tentang peristiwa Isra Mikraj yang penuh hikmah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Khutbah Jumat merupakan salah satu rukun yang harus dilakukan umat muslim saat salat Jumat. Selain khutbah, rukun salat Jumat lainnya ada membaca hamdalah, selawat kepada Nabi Muhammad SAW, membaca petikan ayat suci Al-Qur’an, berwasiat dan memohon ampunan untuk kaum muslimin.

Promosi BRI Kantor Cabang Sukoharjo Salurkan CSR Senilai Lebih dari Rp1 Miliar

Bertepatan dengan Isra Mikraj pada Kamis, 8 Februari 2024 dan Jumat terakhir bulan Rajab pada hari ini, umat muslim bisa melakukan beberapa amalan, seperti berdoa, berpuasa, salat sunah, hingga zikir.

Selain itu, untuk mengilhami peristiwa Isra Mikraj dan juga Jumat terakhir di bulan Rajab, bisa menjadi tema dalam khutbah Jumat edisi 9 Februari 2024. Berikut ini contoh teksnya, yang Solopos.com kutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, NU online.

Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab dan Isra Mikraj

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Tidak ada yang patut disesali karena saat ini kita berada di ujung bulan Rajab. Kendati hanya beberapa hari lagi, marilah kita manfaatkan kesempatan berada di akhir bulan Rajab dengan terus meningkatkan takwallah. Yakni menjalankan segala yang diperintah dan menjauhi larangan-Nya.

Percaya dan yakinlah bahwa dengan keteguhan hati dan tekad yang kuat untuk mengisi sisa usia dengan amal terbaik, maka kesempatan menghadapi bulan Sya’ban mendatang kita tetap terkawal untuk terus menjadi insan terbaik. Merasa senantiasa diawali oleh Allah SWT dalam kondisi sedang bersama banyak orang maupun sendirian. Sikap inilah yang terpenting bagi umat Islam, apalagi kelak diberikan umur panjang untuk bertemu bulan Ramadhan. Sekali lagi, marilah terus berusaha meningkatkan takwallah.

Hadirin yang Berbahagia

Kita bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk beribadah di bulan Rajab yang mulia ini. Pada kesempatan ini kita kembali memperingati peristiwa besar dan istimewa, yaitu peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena itu, sebagai umat Islam, kita harus mengetahui apa makna Isra’ Mi’raj, bagaimana kisah perjalanan Nabi dalam Isra’ Mi’raj? Dan apa pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam?

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa yang agung, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk melakukan perjalanan mulia bersama malaikat Jibril mulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha Palestina. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala sang pencipta alam semesta.

Imam Bukhari mengisahkan perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam Shahih Bukhari, juz 5 halaman 52. Intisarinya adalah, suatu ketika Nabi berada di dalam suatu kamar dalam keadaan tidur, kemudian datang malaikat mengeluarkan hati Nabi dan menyucinya, kemudian memberikannya emas yang dipenuhi dengan iman. Kemudian hati Nabi dikembalikan sebagaimana semula. Setelah itu Nabi melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai Buraq dengan diantar oleh malaikat Jibril hingga langit dunia, kemudian terdapat pertanyaan:

“Siapa ini?”
Jibril menjawab: “Jibril.”
“Siapa yang bersamamu?”
Jibril menjawab, “Muhammad”.
“Selamat datang, sungguh sebaik-baiknya orang yang berkunjung adalah engkau, wahai Nabi.”

Di langit dunia ini, Nabi bertemu dengan Nabi Adam ‘Alaihis Salam, Jibril menunjukkan bahwa Nabi Adam adalah bapak dari para nabi. Jibril memohon kepada Nabi Muhammad untuk mengucapkan salam kepada Nabi Adam, Nabi Muhammad mengucapkan salam kepada Nabi Adam ‘Alaihis Salam, sebaliknya Nabi Adam juga membalas salam kepada Nabi Muhammad.

Perjalanan dilanjutkan menuju langit kedua, di sini Nabi bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi Isa. Di langit ketiga, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam, di langit keempat, Nabi bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Harun ‘Alaihis Salam, di langit keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa. Nabi Musa menangis karena Nabi Muhammad memiliki umat yang paling banyak masuk surga, melampaui dari umat Nabi Musa sendiri. Dan terakhir di langit ketujuh, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam.

Setelah itu, Nabi Muhammad menuju Sidratil Muntaha, tempat Nabi bermunajat dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kemudian Nabi naik menuju Baitul Makmur, yaitu baitullah di langit ketujuh yang arahnya lurus dengan Ka’bah di bumi, setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk untuk berthawaf di dalamnya. Kemudian Nabi disuguhi dengan arak, susu, dan madu. Nabi kemudian mengambil susu, Jibril mengatakan: “Susu adalah lambang dari kemurnian dan fitrah yang menjadi ciri khas Nabi Muhammad dan umatnya.”

Di Baitul Makmur, Nabi Muhammad bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala . Allah mewajibkan kepada Nabi untuk melaksanakan shalat fardlu sebanyak lima puluh rakaat setiap hari. Nabi menerima dan kemudian kembali pulang. Dalam perjalanan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertemu dengan Nabi Musa ‘Alaihis Salam. Nabi Musa mengingatkan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan mampu dengan perintah shalat lima puluh kali sehari, Nabi Musa mengatakan, umatku telah membuktikannya. Lalu meminta kepada Nabi Muhammad untuk kembali pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala , mohonlah keringanan untuk umatmu. Kemudian Nabi menghadap kepada Allah dan diringankan menjadi shalat sepuluh kali. Kemudian Nabi Muhammad kembali kepada Nabi Musa, dan Nabi Musa mengingatkan sebagaimana yang pertama. Kembali Nabi menghadap Allah hingga dua kali, dan akhirnya Allah mewajibkan shalat lima waktu. Nabi Muhammad kembali pada Nabi Musa, Nabi musa tetap mengatakan bahwa umatmu tidak akan kuat wahai Nabi Muhammad, Nabi Muhammad menjawab: “Saya malu untuk kembali menghadap pada Allah. Saya ridha dan pasrah kepada Allah.”

Hadirin yang Mulia

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah, Sirah Nabawiyah, juz 2 halaman 94 menceritakan, keesokan harinya, Nabi menyampaikan peristiwa tentang Isra’ Mi’raj terhadap kaum Quraisy. Mayoritas orang Quraisy ingkar terhadap kisah yang disampaikan Nabi Muhammad, bahkan sebagian kaum muslimin ada yang kembali murtad karena tidak percaya terhadap kisah yang disampaikan Nabi.

Melihat hal tersebut, Abu Bakar bergegas untuk membenarkan kisah Isra’ Mi’raj Nabi, beliau mengatakan: “Sungguh aku percaya terhadap berita dari langit, apakah yang hanya tentang berita Baitul Maqdis aku tidak percaya?” Sejak saat itu sahabat Abu Bakar dijuluki Nabi dengan sebutan Abu Bakar As-Shiddiq, Abu Bakar yang sangat jujur.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari peringatan Isra’ Mi’raj? Ali Muhammad Shalabi dalam Sirah Nabawiyah: ‘Irdlu Waqâi’ wa Tahlîl Ihdats, juz 1 halaman 209 menjelaskan.

Pertama, Isra’ Mi’raj adalah kemuliaan dan keistimewaan dari Allah kepada hambanya tercinta, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Nabi baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan, yaitu wafatnya Dewi Khodijah sebagai istri tercinta, yang selalu mengorbankan jiwa, tenaga, pikiran, dan hartanya demi perjuangan Nabi, serta wafatnya paman tercinta yaitu Abu Thalib, yang selalu melindungi Nabi dari kekejaman kaum Quraisy. Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam menyebarkan Agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah, dan menegakkan agama, seperti dengan memakmurkan masjid, memakmurkan majlis ilmu, dzikir dan tahlil, Allah akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan baginya.

Kedua, kewajiban menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim. Musthofa as-Siba’i dalam kitabnya, Sirah Nabawiyah, Durus wa Ibar, jilid 1 halaman 54 menjelaskan bahwa jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat, sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi’raj) kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu’. Dengan shalat yang khusyu’, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga ia malu untuk menuruti syahwat dan hawa nafsu, malu untuk berkata kotor, malu untuk mencaci orang lain, malu untuk berbuat bohong, dan sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan. Hal tersebut demi untuk mengagungkan keesaan Allah, kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi makhluk Allah yang terbaik di muka bumi ini.

Ketiga, Isra’ Mi’raj adalah mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dengan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Dalam sejarah, itu adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat. Jika hal ini telah terjadi di zaman Nabi, 1400 tahun yang lalu, hal tersebut memberikan pelajaran bagi umat Islam agar mandiri, belajar, bangkit dan meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam masalah agama, sosial, politik, dan ekonomi, namun juga harus melek terhadap sains dan teknologi. Perjalanan menuju ke luar angkasa adalah sains dan teknologi tingkat tinggi yang menjadi salah satu tolok ukur kemajuan sebuah umat dan bangsa.

Keempat, dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, terdapat penyebutan dua masjid umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita bahwa Masjidil Aqsha adalah bagian dari tempat suci umat Islam. Membela Masjidil Aqsha dan sekelilingnya sama saja dengan membela agama Islam. Wajib bagi tiap Muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk selalu berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan dan keselamatan Masjidil Aqhsa Palestina. Baik dengan diplomasi politik, bantuan sandang pangan, maupun dengan harta. Semoga kita selalu menjadi umat yang selalu dapat mengambil hikmah dan dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Allahumma amin ya rabbal alamin.



Demikian khutbah Jumat terakhir di bulan Rajab untuk menangkap pesan istimewa peristiwa Isra Mikraj.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya